[smartslider3 slider=”281″]
SAWAHLUNTO – Dalam upaya mencetak tenaga kerja siap pakai, Pemko Sawahlunto melalui Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP – Naker), terus melaksanakan program Balai Latihan Kerja (BLK), beragam paket pelatihan diadakan di BLK tersebut. Ada 9 paket pelatihan yang dilaksanakan, kolaborasi dari 4 paket yang bersumber dari APBN dan 5 paket yang bersumber dari APBD.
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP – Naker), Dwi Darmawati, menyampaikan 4 paket pelatihan dari APBN itu adalah pelatihan mekanik sepeda motor, cabinet making dan las.
“Kalau untuk paket pelatihan dari APBD kita, itu adalah pelatihan tata boga, auto cad dan menjahit konveksi,” kata Dwi Darmawati.
Kemudian, disebutkan Dwi Darmati bahwa UPTD BLK Sawahlunto memiliki 2 unit Mobile Training Unit (MTU) bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja. MTU ini untuk 2 kejuruan, yakni kejuruan las dan kejuruan mekanik sepeda motor.
“Kita di BLK Sawahlunto sudah mempunyai 4 orang instruktur untuk 3 kejuruan, yaitu otomotif, kontruksi bangunan dan las,” kata Dwi Darmawati.
Paket pelatihan yang sedang berlangsung saat ini adalah pelatihan las SMAW Posisi 2F. Ada 16 peserta yang mengikuti paket pelatihan ini.
Walikota Sawahlunto Deri Asta hadir langsung membuka pelatihan itu pada Selasa 08 Juni 2021 kemaren di UPTD BLK Sawahlunto yang berlokasi di Sawah Rasau.
Kepada para peserta, Walikota Sawahlunto Deri Asta berpesan agar dapat menjalani proses pelatihan ini dengan serius. Jika tidak paham dengan materi, jangan ragu untuk bertanya. Sehingga jika sudah selesai mengikuti pelatihan ini nanti, ilmu yang didapatkan benar – benar siap untuk dipakai dalam membuka usaha sendiri atau pun bekerja di perusahaan.
“Pemko Sawahlunto komitmen untuk meneruskan dan memperbanyak kegiatan – kegiatan pelatihan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai ini. Sebab ini merupakan salah satu strategi kita dalam menekan angka pengangguran di kota ini. Mengadakan BLK ini juga masuk dalam salah satu misi Pemko Sawahlunto,” ujar Walikota Deri Asta.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Deri Asta berpesan kepada jajaran pemerintahan desa dan kelurahan, yakni agar dapat membantu menyerap para lulusan pelatihan dari BLK ini. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan merekrut para lulusan BLK tersebut, atau pun dengan membuka lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi para lulusan itu.

You may also like

No Comment

Comments are closed.