271233278_6878563425548171_6189170820758817056_n
Shadow
SAWAHLUNTO – Pemko Sawahlunto meminta dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat untuk pengembangan budidaya lebah madu hutan.
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan dia telah menemui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar dan jajaran di Padang, Selasa 06 Januari 2022 untuk mengekspose potensi lebah madu hutan di kota itu dan menyampaikan skema dukungan yang diperlukan Pemkot dari Pemprov.
“Kami ingin Sawahlunto menjadi pusat/sentra madu, tidak hanya madu lebah hutan tapi juga madu lebah galo-galo (kelulut). Untuk itu kami perlu dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, bisa dalam bentuk bantuan koloni lebah maupun jenis bantuan lain yang terkait,” ujar Wali Kota Deri Asta menjelaskan.
Wali Kota mengatakan Sawahlunto memiliki potensi besar dalam pembudidayaan lebah madu, salah satunya dari keberagaman tanaman di hutan yang merupakan bahan makanan dari lebah itu.
“Kemudian juga sudah ada sejumlah warga yang membudidayakan lebah madu ini, ada yang hasil panennya melebihi target ada juga yang masih rata-rata. Tapi artinya ini sudah merupakan permulaan yang baik, tingal sentuhan dan dukungan dari Pemkot dan Pemprov dalam mengoptimalkan potensi yang ada ini,” kata Wali Kota.
Wali Kota Deri Asta menyebut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pun sudah ‘merestui’ permintaan Kota Sawahlunto untuk pengembangan potensi budidaya lebah madu ini.
“Bapak Gubernur dalam suatu kesempatan diskusi bersama kami sudah menyetujui. Jadi koordinasi ke Dinas Kehutanan Sumbar ini dalam tindak lanjut persetujuan pak Gubernur sehingga bisa disinkronkan dengan Program Unggulan (Progul) Pemprov Sumbar,” kata Wali Kota.
Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Yozarwardi seperti yang disampaikan Wali Kota Deri Asta menyatakan bersedia mendukung permintaan Pemkot Sawahlunto itu.
“Bapak Kepala Dinas Kehutanan menyatakan bersedia dan segera mengkaji usulan tersebut agar bisa segera direalisasikan,” pungkas Wali Kota.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.