220877051_5982395921831597_191089204324948165_n
221706471_5982396211831568_5684108171225551119_n
221886162_5982395565164966_810232514710473598_n
226470281_5982395738498282_4320588867143961351_n
228158918_5982396061831583_1826349036523553642_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Pemerintah Desa dan Kelurahan diminta untuk bersinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama, dan organisasi/komunitas kemasyarakatan dalam pencegahan dan penanganan Covid – 19, terutama untuk penanganan masyarakat yang terkonfirmasi positif dan melaksanakan isolasi mandiri (isoman). Dalam mengawasi dan mendampingi masyarakat yang isoman ini, selain dari pemerintah desa dan kelurahan, diharapkan kepedulian dan kontribusi bersama dari lingkungan di sekitarnya.
Hal itu disampaikan Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, usai membuka kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi peningkatan PPKM Kota Sawahlunto berskala Mikro di desa/kelurahan, di Kantor Camat Barangin, pada Kamis 29 Juli 2021 tadi.
“Posko PPKM Skala Mikro di Desa dan Kelurahan itu tolong aktifkan. Kemudian untuk menangani masyarakat kita yang terkonfirmasi positif dan harus menjalani isolasi mandiri (isoman), itu butuh peran kita bersama untuk membantunya. Jadi di Desa dan Kelurahan itu kan sudah diinstruksikan agar membuat rumah isolasi mandiri, nah sekarang masyarakat kita yang isoman akan sangat baik jika dibawa ke rumah isolasi mandiri itu daripada dibiarkan isoman di rumah masing – masing yang mana kita tidak bisa mengawasi dan mendampingi secara maksimal,” ujar Wakil Walikota Zohirin Sayuti.
Dalam menjalankan penanganan di rumah isolasi mandiri desa/kelurahan itu, Wakil Walikota Zohirin Sayuti mengharapkan ada gotong royong bersama dari pemerintah desa/kelurahan dengan komponen – komponen di lingkungan seperti tokoh masyarakat, komunitas/organisasi dan lainnya.
“Ini perlu partisipasi bersama, gotong royong dalam membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri ini. Memang tidak bisa juga untuk semua kebutuhan dibebankan pada pemerintah desa/kelurahan, makanya butuh sinergi dengan pihak – pihak lain. Misalnya, untuk makan malam atau makan siang itu ditanggung dari pemerintah desa/kelurahan, nanti untuk sarapan dan kebutuhan lainnya itu dari donatur, tokoh masyarakat, atau komunitas/organisasi,” kata Wakil Walikota Zohirin Sayuti.
Saat ini, diungkapkan Wakil Walikota Zohirin Sayuti memang untuk masyarakat yang diarahkan untuk isolasi mandiri di Sawahlunto mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena 2 tempat isolasi/karantina yang disediakan Pemko Sawahlunto yakni BDTBT dan W 39 sudah penuh.
“Kepada jajaran pemerintahan terdepan seperti dusun, kita ajak lebih proaktif turun sosialisi ke tengah – tengah masyarakat tentang protokol kesehatan dan vaksin. Kemudian untuk mendampingi masyarakat yang terkonfirmasi positif, turunlah sampai ke rumah mereka, sosialisasikan kepada keluarga dan tetangga tentang bagaimana itu isolasi mandiri. Berikan pemahaman kepada warga kita dengan cara – cara yang humanis,” pesan Wakil Walikota Zohirin Sayuti.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.