Meningkatkan kompetensi pengurus/pengelola koperasi di Sawahlunto, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menyelenggarakan pelatihan Akuntansi – Laporan Keuangan Koperasi dan Penyusunan Standar Operasi Prosedur (SOP) Koperasi. Menghadirkan narasumber langsung dari Bidang Peningkatan Lembaga Diklat Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM dan praktisi koperasi lainnya, pelatihan tersebut dilaksanakan 4 hari, sejak Rabu sampai Sabtu (06 – 09 November 2019).

Kepala Diskoperindag Sawahlunto, Marwan dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terbagi dalam 30 orang untuk pelatihan Akuntansi – Laporan Keuangan dan 30 orang untuk pelatihan penyusunan SOP. Semua peserta merupakan pengurus/pengelola aktif koperasi di seluruh koperasi Kota Sawahlunto.

“Narasumber kita dalam pelatihan ini langsung Kepala Bidang Peningkatan Lembaga Diklat Koperasi Kemenkop UKM, Muarif Abbas dan Kepala Lembaga Pelatihan Koperasi Bandung, Riswan. Juga ada dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat. Kita harap narasumber – narasumber profesional ini membuka referensi dan memperdalam pemahaman para peserta,” ujar Marwan, Rabu 06 November 2019 di Aula Hotel Ombilin, Sawahlunto.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Diskoperindag Sawahlunto, Yosrizal menambahkan, bahwa kondisi koperasi di ‘Kota Arang’ saat ini berjumlah total 68 koperasi. Sementara untuk koperasi aktif 53 unit, koperasi tidak aktif 15 unit. Secara persentase, tingkat keaktifan koperasi di Kota Sawahlunto mencapai 83,95 %.

“Pada 2019 ini, juga ada koperasi kita yaitu KPRI Harapan Baru Talawi yang diakui sebagai Koperasi Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan itu telah diterima di Padang pada bulan Juli lalu,” kata Yosrizal.

Membuka secara langsung pelatihan itu, Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti berpesan agar peserta dapat memaksimalkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut sehingga materi yang disampaikan narasumber dapat terserap maksimal.

“Selama ini, ada sejumlah keterbatasan pengelolaan koperasi kita, antara lain mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dalam manajemen dan lainnya. Nah dengan pelatihan inilah solusinya, inilah jalannya agar kualitas manajemen pengurus bisa ditingkatkan. Aktiflah bertanya pada narasumber, agar materinya benar dapat diterima serta nanti bisa kita praktekkan dengan baik,” pesan Wawako Zohirin.

Selanjutnya, Zohirin juga menyinggung pentingnya peran koperasi dalam membantu masyarakat menghadapi rentenir.

“Ternyata setelah ditelusuri, ada banyak warga kita yang terjerat utang dengan rentenir. Ini kan tidak bagus, kasihan mereka hutangnya tak kunjung lunas, bahkan semakin bertambah karena bunga segala macamnya. Nah dengan kehadiran koperasi yang lebih profesional, maka masyarakat akan punya pilihan selain meminjam pada rentenir tadi,” ungkap mantan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto itu.

Diakhir sambutannya, Zohirin menekankan bahwa koperasi dan hal terkait lainnya tetap akan mendapat perhatian khusus dari duo pemegang tongkat komando ‘Kota Arang’ itu, yaitu Walikota Deri Asta dan Wakil Walikota Zohirin Sayuti. Sebab, koperasi ini termasuk dalam visi – misi Pemko Sawahlunto, yakni misi nomor 2 tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi kreatif serta pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja.

“Dalam misi nomor 2 ini ditindaklanjuti dan diterjemahkan dengan program strategis berupa peningkatan manajemen usaha dan penguatan permodalan bagi Koperasi dan UKM,” sebut Zohirin.

Bagi para peserta, pelatihan ini jelas begitu membantu. Maria Ulfa salah satunya, menurut Maria banyak wawasannya yang terbuka mendengar penyampaian materi dari para narasumber.

“Ini kesempatan bagus sekali untuk menambah ilmu. Kalau untuk kita sendiri yang mencari ilmunya mencari pelatihannya kan tidak semudah ini, tambah lagi nanti harus membayar dan lainnya. Sekarang di sini kita cukup menghadiri, diberikan ilmunya,” kata Maria. (Humas)

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN