Sebelum mengunjungi dan menilai Transparansi Pengelolaan Dana Desa Salak, Tim Penilaian Kompetensi dan Transparansi Dana Desa Tingkat Sumbar Tahun 2019, terlebih dulu melakukan penilaian terhadap Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam kapasitasnya sebagai Pembina pengelolaan dana desa di Kota Sawahlunto.

Di Ruang Rapat Balaikota kamis(28/11), Dr. Ir. Basril Basyar Ketua Tim penilai yang juga Pembina organisasi PWI Sumbar memberikan apresiasi kepada Walikota Sawahlunto.

Ia melihat Walikota Sawahlunto adalah satu-satunya di Sumbar yang memberikan perhatian besar pada kesejahteraan aparatur Desa melalui kebijakan Walikota memberikan Gaji ke 13 untuk Perangkat Desa yang diatur dalam Peraturan Walikota.

Apresiasi serupa juga diberikan Jayusdi Efendi Komisaris Padang Ekspres selaku anggota Tim Penilai. Jayusdi menilai Walikota Sawahlunto telah melakukan upaya yang serius untuk menutup celah korupsi dan membuka lebar transparansi Pengelolaan Dana Desa.
Penilaiannya ini didasari atas banyaknya regulasi yang diterbitkan Pemko Sawahlunto untuk mengatur Pengelolaan Dana Desa di Kota Sawahlunto.

Regulasi tersebut adalah 6 Perda, 8 Perwako, 4 Keputusan Walikota serta pembentukan tim Pembina dan Pengawas Desa. Pemko juga melakukan banyak pelatihan dan pembinaan aparatur Desa untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Desa.

Dalam eksposenya Walikota Sawahlunto Deri Asta memaparkan pihaknya memberi target kepada Desa dan Kelurahan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di wilayahnya.

“Kita menginstruksikan Desa/Kelurahan untuk tidak terfokus pada pembangunan fisik, tetapi bagaimana mengintervensi kehidupan Penduduk miskin secara langsung dengan Dana Desa.

“Data KK miskin, kita ajukan by name by adress kepada masing-masing Desa. Kita minta Kades/Lurah untuk menginventarisir program yang bisa diberikan untuk mengangkat kehidupan mereka” papar Deri.

“Akan ada reward dan punishment kepada Kades yang bisa meningkatkan kesejahteraan warganya” lanjut Walikota yang pernah duduk di Komisi III DPRD Kota Sawahlunto.(humas)

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN