228162973_6036681239736398_180094664170414931_n
228388228_6036680293069826_1459160589813434790_n
228404486_6036680673069788_4738675630667309974_n
228510419_6036680796403109_8432953937226029895_n
229147399_6036680556403133_2436923889382018713_n
229847558_6036681109736411_8042441051292328537_n
229938435_6036680943069761_4097793424373859381_n
231365385_6036680053069850_8441735734668488169_n
232609584_6036680443069811_8513868626899762003_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI melalui BLK Padang segera membangun workshop otomotif alat berat di Parambahan, Kecamatan Talawi. Sebelum pembangunan workshop otomotif alat berat itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Budi Hartawan datang ke Sawahlunto untuk melakukan peninjauan lapangan langsung ke lokasi rencana pembangunan workshop, pada Sabtu 07 Agustus 2021 kemaren.
Peninjauan lokasi oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI ini merupakan tindak lanjut setelah pada Senin 19 Juli 2021 kemaren, Pemko Sawahlunto telah menyerahkan hibah tanah dan bangunan di BLK Parambahan kepada Kementerian Tenaga Kerja untuk dibangun workshop alat berat. Tanah yang dihibahkan Pemko Sawahlunto ini seluas 3 hektar, ditambah 2 unit bangunan.
Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Budi Hartawan, menyampaikan bahwa pembangunan workshop alat berat ini dengan APBN. Kemnaker RI telah mengalokasikan kurang lebih Rp. 14 miliar untuk pembangunan ruang belajar dan pengadaan perlengkapan praktek ini seperti mesin – mesin dan peralatan lainnya.
“Dalam Minggu depan, kita menjadwalkan ada tim yang bertugas untuk merancang pembangunan workshop otomotif alat berat ini akan mulai bekerja. Sementara, untuk pembangunan fisik workshop ini, kita kerjakan pada tahun 2022 nanti,” kata Budi Hartawan.
Dijelaskan Budi Hartawan, kehadiran workshop alat berat ini nantinya akan mencetak operator dan teknisi alat berat yang bersertifikasi dan siap untuk bekerja di perusahaan.
“Workshop otomotif alat berat kita ini akan dilengkapi dengan instruktur yang berkompeten dan peralatan praktek yang lengkap. Untuk lulusan nanti itu dengan memperoleh sertifikasi sehingga memiliki legalitas, keuntungannya dengan sertifikasi ini lulusan kita memiliki daya saing untuk diterima perusahaan dan akan memiliki gaji yang lebih tinggi daripada mereka yang belum bersertifikasi,” ujar Budi Hartawan.
Bagi Sawahlunto, seperti yang disampaikan Walikota Deri Asta, keberadaan workshop otomotif alat berat ini sangat strategis dalam menyiapkan generasi muda Sawahlunto yang berkompeten dan bersertifikasi dalam skill operator dan teknisi alat berat. Selain itu, keberadaan workshop ini juga mampu menarik dampak sosial dan ekonomi pada pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.
“Nantinya, peserta pelatihan di workshop ini tidak hanya dari Sawahlunto namun juga bisa dari seluruh Indonesia. Maka tentu dengan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi Sawahlunto,” kata Walikota Deri Asta.
Diketahui, saat ini di Indonesia workhop otomotif alat berat baru berdiri di Samarinda. Sementara di Sumatera masih belum ada, sehingga di Sumatera maka Sawahlunto akan menjadi daerah pertama yang memiliki workshop alat berat.
Tanah seluas 3 hektar dan 2 unit bangunan di Parambahan yang dihibahkan Pemko Sawahlunto kepada Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI ini sebelumnya merupakan kampus lapangan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian ESDM RI yang telah dihibahkan kepada Pemko Sawahlunto untuk dikelola menjadi Balai Latihan Kerja (BLK).
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP – Naker) Sawahlunto, Dwi Darmawati, menjelaskan bahwa kawasan BLK Sawahlunto di Parambahan ini total luasnya 8 hektar.
“Kita memang merencanakan untuk BLK atau pusat pelatihan – pelatihan di Sawahlunto kita pusatkan di sini. Sekarang 3 hektar itu kita hibahkan kepada Kemnaker RI untuk dibangun workshop otomotif alat berat. Jadi masih ada sisa 5 hektar untuk dikelola Pemko Sawahlunto, nanti kita akan berkolaborasi dengan Kementerian dan instansi lain untuk menyelenggarakan pelatihan – pelatihan di sini,” kata Dwi Darmawati.
Usai meninjau rencana lokasi pembangunan workshop alat berat itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta membawa Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI,Budi Hartawan untuk berkunjung ke BLK Sawahlunto di Sawah Rasau. Dimana di BLK Sawah Rasau ini setiap tahunnya telah menyelenggarakan sejumlah paket pelatihan, seperti pada tahun 2021 ini ada 9 paket pelatihan, antara lain ; mekanik sepeda motor, cabinet making, las dan lain – lain.
Dalam kesempatan peninjauan lapangan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI itu, Pemko Sawahlunto juga menyerahkan proposal untuk melengkapi fasilitas BLK Sawahlunto yang saat ini masih terbatas jenis pelatihan, peralatan dan pesertanya. Walikota Deri Asta menyerahkan langsung proposal tersebut kepada Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Budi Hartawan.
Turut mendampingi Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Budi Hartawan dan Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam peninjauan lapangan ke lokasi tersebut, yakni Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, Sekretaris Daerah Kota, Dr.dr. Ambun Kadri, Ketua DPRD, Ny. Eka Wahyu, Wakil Ketua DPRD, Ny. Elfia Rita Dewi, Ketua TP – PKK, Ny. Meivyta Deri Asta, Wakil Ketua TP – PKK, Ny. Neldaswenti Zohirin, Mantan Dirjen Binalattas Kemnaker RI, Masri Hasyar, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumbar, Nazrizal, Kepala BLK Padang, Syamsi Hari, beserta Kepala – Kepala OPD terkait.
Dukungan pada pembangunan workshop otomotif alat berat ini juga datang dari DPRD Sawahlunto. Ketua DPRD, Ny. Eka Wahyu mengatakan anak – anak Sawahlunto membutuhkan pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan skill.
“Kami DPRD Kota Sawahlunto sangat mendukung rencana ini, karena ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita tamatan sekolah untuk mendapat pendidikan dan pelatihan. Kota kita ini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara, dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan di BLK ini mereka tentunya diharapkan akan dengan mudah mendapat pekerjaan karena juga dibekali dengan sertifikat kompetensi,” ujar Ny. Eka Wahyu.

 




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.