4 Tahun berdiri dengan menumpang di rumah seorang dermawan, kini aktifitas Sekolah Dasar Alam Talago Sawahlunto resmi menempati gedung baru yang dibangun dengan dana Rp 2,5 Milyar.

Walikota Sawahlunto Deri Asta yang menghadiri peresmian gedung yang didirikan oleh Yayasan Raudhatul Jabal ini pada jumat (7/2/2020) di Talago Gunung mengucapkan terimakasihnya kepada pihak Yayasan yang sudah berinisiasi membantu program Pemerintah mendidik anak-anak Sawahlunto.

Walikota mengapresiasi berdirinya sekolah-sekolah swasta di Sawahlunto, yang ia pandang keberadaannya sangat penting terutama sebagai evaluasi bagi sekolah-sekolah negeri untuk memacu kualitas.

Selain itu ia berharap akan ada sekolah swasta yang mengembangkan sistem boarding yang saat ini menjadi pilihan masyarakat.

Deri mengatakan bahwa banyak orang tua saat ini yang menyekolahkan anaknya di sekolah boarding di luar Sawahlunto, sementara di Kota ini baru hanya ada 1 yakni Boarding School SMPN 2.

“Saya yakin jika ada pihak swasta yang mengembangkan sekolah boarding di Sawahlunto, pasti akan banyak peminatnya, dan tentunya akan memberi efek ekonomi bagi kota ini” ujar Deri.

Sementara itu Effendi Mardianto Dt Sampono tokoh masyarakat Desa Talago Gunung yang sukses di rantau memimpin PT.TIKI JNE Tangerang adalah salah satu tokoh pendiri dan pembina yayasan sekolah ini.

Ia bercerita awal pendirian sekolah ini adalah keinginan untuk hidup lebih bermanfaat kepada kampung halaman. Kemudian ia menantang kemenakannya di kampung untuk membangun sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Dan akhirnya berdirilah sekolah ini yang berawal dari hanya membuka Taman Kanak-Kanak Alam Talago.

Seiring jumlah siswa semakin banyak, ia bersama pengurus sekolah dan ninik mamak duduk bersama untuk mendirikan gedung sekolah baru. “Awalnya saya tak menyangka bisa mendirikan gedung sekolah senilai 2,5 milyar ini karena awalnya dana yang tersedia hanya 400 juta” sebut Effendi.

Namun pengusaha ulet berusia 69 tahun ini membuktikan keyakinannya bahwa setiap ada niat baik, Alloh pasti akan memberi jalan untuk mewujudkannya.

Masih banyak lagi mimpi yang ingin diwujudkannya untuk kampung halaman seperti pendirian Rumah Tahfidz dan pesantren. Ia berharap diizinkan Tuhan untuk memperjuangkannya.

Sementara itu Delvia Sepniwati Kepala SD Alam Talago menjelaskan bahwa sekolah ini menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan ditambah dengan kurikulum unggulan Alam Talago seperti belajar ke alam, Bahasa Ingris dan Bahasa Arab.

Sekolah yang membatasi jumlah murid yakni hanya 15 murid perkelas ini juga memprogramkan kegiatan TPQ, Tahfidz dan Sholat Duha bagi siswanya sebelum memulai pelajaran reguler.(humas)




ARTIKEL LAIN