Dalam peringatan Hari Cerebral Palsi se-Dunia di Kota Sawahlunto (22/10), anak-anak ABK mendapat momen istimewa. Selain assasement gratis bersama pakarnya, ABK juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Walikota Sawahlunto.

Elsi Ramadani (19th) penyandang tunanetra yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Padang jurusan pendidikan Luar Biasa mencurahkan isi hatinya kepada Walikota Deri Asta.

Kepada Walikota, gadis yatim tunanetra yang pernah bersekolah di sekolah umum SMP dan SMAN Sawahlunto ini meminta adanya program beasiswa pendidikan bagi ABK.

Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Elsi mampu meraih Indek Prestasi 3,56 namun ia mengaku kesulitan biaya karena tak ada lagi sosok ayah yang membiayai, sementara ibu sakit-sakitan.

Elsi juga meminta adanya kampanye menyadarkan masyarakat untuk menghargai dan tidak merendahkan ABK. Permintaannya ini berdasarkan pengalaman pahit gadis ini menjalani hidup sebagai tunanetra.

Elsi mengapresiasi kebijakan Sekolah dan Puskesmas Inklusi, ia mengaku senang adanya Kepala Daerah yang memberi perhatian besar terhadap ABK.

Selain Elsi, ada juga penyandang disabilitas meminta Pemerintah mengadakan pelatihan ketrampilan kerja bagi penyandang disabilitas.

Menjawab permintaan tersebut, Walikota Sawahlunto mengatakan sebagai bantuan pendidikan saat ini Pemko menyediakan reward prestasi bagi mahasiswa dengan IP diatas 3,1 namun pihaknya akan merancang Perda terkait beasiswa ABK bila kondisinya membutuhkan.

Terkait pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas, Walikota akan menyediakan pelatihan melalui BLK jika sudah cukup 1 grup penyandang disabilitas yang mendaftar ke Dinas Ketenaga Kerjaan.

Neldaswenty Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Peduli Anak Spesial (Forkasi) Kota Sawahlunto yang juga anggota DPRD mengatakan pihaknya akan terus mendorong adanya Pelatihan Kerja bagi Disabilitas melalui BLK, juga kelas kemandirian ABK di Puskesmas, kegiatan cooking class untuk ABK,penyediaan dokter spesialis secara berkala serta porsi penampilan seni budaya bagi ABK untuk difasilitasi Pemko.

Sementara Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengapresiasi kiprah Forkasi LSM peduli ABK Sawahlunto yang berhasil melakukan pendekatan kepada masyarakat, sehingga orangtua ABK tidak lagi malu dan menyembunyikan amanah spesial mereka. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah ABK yang dibawa ke lembaga pendidikan ataupun pelayanan kesehatan di Kota Sawahlunto (humas)

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN