Membangun kembali rumah warga yang rusak berat karna bencana dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu, Pemko Sawahlunto mengucurkan program Rehab Rumah Tak Layak Huni (RRTLH). Sebanyak 473 RTLH mendapat sentuhan program ini di tahun 2019 melalui pendanaan APBD dan APBN.

RRTLH merupakan salah satu realisasi janji kampanye Deri Asta – Zohirin yang tertuang dalam Visi Misi Pemerintahannya.

Dijelaskan Kabid Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Sawahlunto Amri Parmato, pencairan dana bantuan RRTLH tahap kedua dari APBD akan dilakukan dalam waktu dekat.

Untuk memastikan bantuan tepat guna, program RRTLH tidak diberikan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk material bangunan sesuai dengan yang kebutuhan rehab, ditambah bantuan upah pekerja.

Dari APBD program RRTLH ada 2 kategori yakni Bantuan Rehab Peningkatan Kualitas Bangunan berupa bantuan material bangunan senilai Rp 15 juta ditambah bantuan upah 2,5 juta. Kategori kedua Bantuan Pembangunan Rumah Baru berupa material bangunan senilai Rp 30 juta ditambah upah pekerja sebesar 5 juta rupiah.

Bantuan Pembangunan Baru ini diantaranya ditujukan bagi korban bencana yang rumahnya rusak berat sehingga butuh pembangunan kembali.

Dari APBN dan APBD Provinsi bantuan RRTLH juga diberikan ke masyarakat berupa material bangunan senilai Rp 15 juta ditambah upah pekerja sebesar Rp 2,5 juta.

“Untuk mengawasi agar bantuan dimanfaatkan dengan benar oleh masyarakat, ada Tim Fasilitator yang juga bertugas memverifikasi layak atau tidaknya penerima bantuan yang diajukan oleh pihak Desa/Kelurahan” papar Amri.

Warga penerima program RRTLH adalah yang diajukan oleh Desa/Kelurahan dengan kategori warga kurang mampu dengan kondisi rumah tidak layak dan belum pernah mendapat bantuan Rehab Rumah baik dari Pemerintah atau Lembaga lain seperti BAZ dan program CSR.

Dari pendataan yang dilakukan Pemerintah, terdapat sekitar 1400 Rumah Tak Layak Huni yang tersebar di 4 Kecamatan se Kota Sawahlunto. Karena itu Deri Asta -Zohirin menjadikan program ini sebagai prioritas untuk ditangani secara bertahap setiap tahun. (Humas)

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN