Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sawahlunto mengantarkan proposal pengajuan bantuan gerobak dan payung sejumlah masing – masingnya 178 unit bagi pedagang di Pasar Sawahlunto ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Dengan diantarkan langsung, diharapkan dapat memperbesar peluang diloloskannya proposal tersebut oleh pihak Kementerian Perdagangan.

Kepala Disperindagkop, Marwan menyebut selain mengantarkan berkas proposal, kesempatan menyambangi Kementerian Perdagangan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan koordinasi terkait peluang lainnya yang mungkin bisa diambil Sawahlunto dalam bidang perdagangan.

“Kemaren kita antarkan langsung ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, kita diterima langsung oleh jajaran pimpinan di sana. Informasi dari mereka kebetulan juga memang sedang ada program bantuan untuk fasilitas berjualan bagi masyarakat pada tahun ini. Kita berharap dengan ekspose tadi, menjadi bahan pertimbangan mereka untuk meloloskan bantuan pada kita,” ujar Marwan, yang dihubungi Selasa, 06 Agustus 2019.

Jumlah 178 unit fasilitas berdagang berupa gerobak dan payung yang diajukan dalam proposal tersebut, menurut Marwan didasarkan pada survei yang dilakukan Dinasnya terhadap pedagang di Pasar Sawahlunto.

Jika berhasil, ditargetkan bantuan dari Kementerian Perdagangan ini dapat membantu para pedagang yang selama ini tidak memiliki gerobak maupun payung untuk berjualan. Sehingga harus menyewa lagi payung atau gerobak ini, yang tentu saja menambah biaya operasional dalam berjualan.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta dalam kesempatan terpisah memang meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ‘Kota Arang’ berpandai – pandai dalam ‘manjuluak’ anggaran ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Sebab jika murni hanya menyandarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, jelas akan sangat kesulitan mengingat jumlah APBD Sawahlunto yang tidaklah sebesar daerah kabupaten/kota lainnya.

“Prinsipnya itu, jika ada peluang untuk kerjasama, untuk disinergikan dengan program dari Provinsi dan Kementerian, jangan disia – siakan, ambil itu. Untuk itu, maka harus ada kemampuan berkomunikasi yang baik, bisa mempresentasikan program, ekspose kota kita ke jajaran provinsi dan pusat,” kata Deri. (Humas)

 




ARTIKEL LAIN