87495407_3647184872019392_1308630982668058624_o
87589387_3647184715352741_7825050725318131712_o
87606954_3647184365352776_5180713741414563840_o
87952452_3647184155352797_7275391565374160896_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Perpustakaan Sawahlunto rupanya kini bergerak ‘jemput bola’ dalam upaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat terutama pelajar Sekolah Dasar (SD). Gerakan ‘jemput bola’ yang dimaksudkan ini adalah program perpustakaan keliling yang kini rutin mengunjungi SD – SD di ‘Kota Arang’ 4 kali dalam sepekan.

Kepala Seksi Pengembangan Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Sawahlunto, Indra Ismail menyampaikan bahwa untuk operasional program tersebut memanfaatkan 2 unit mobil perpustakaan keliling.

“Perpustakaan keliling ini kita jalankan sejak Senin sampai Kamis setiap pekannya. Kita memiliki 2 unit mobil, ini yang kita bagi ; 1 mobil ke SD di kawasan Kecamatan Talawi dan Barangin kemudian 1 mobil lagi untuk mengunjungi SD di kawasan Kecamatan Lembah Segar dan Silungkang,” tutur Indra Ismail, ketika ditemui di kantornya pada Kamis 27 Februari 2020.

Ditambahkan Indra, perpustakaan keliling di SD – SD ini dioperasikan ketika jam istirahat atau jam pulang sekolah. Sehingga tidak menganggu jam pelajaran siswa.

“Memang ada SD ini yang sudah punya perpustakaan sekolah. Tapi kan koleksinya terbatas dan itu – itu saja, sekian tahun baru ditambah atau diganti. Nah makanya kami hadir dengan buku – buku yang setiap minggunya diperbaharui, jadi anak – anak ini tidak bosan karena buku yang disediakan ini baru terus,” kata Indra.

Kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini pun memperoleh apresiasi dan dukungan dari jajaran pimpinan Pemko Sawahlunto. Wakil Walikota Zohirin Sayuti menyebut, perpustakaan keliling ini menjadi salah satu penerjemahan dari misi Pemko untuk memfasilitasi pendidikan demi meningkatkan kecerdasan dan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus Sawahlunto sekaligus menggiatkan aktifitas literasi di ‘Kota Arang’.

“Kita memang butuh pustaka ini bisa keliling. Karena mempertimbangkan kondisi jarak dan aspek geografis kota ini, kan warga/anak – anak dari desa yang jauh dari pusat kota cukup sulit untuk datang ke perpustakaan Adinegoro. Maka dengan adanya pustaka keliling ini mendatangi warga (anak – anak SD) secara langsung ke sekolah mereka itu sangat membantu sekali,” kata Zohirin.

Memang, di wilayah sekolah yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota kedatangan perpustakaan keliling ini disambut antusias. Contohnya saja di SD yang terletak di Desa Taratak Bancah, begitu mobil perpustakaan keliling parkir di halaman SD itu puluhan murid tanpa dikomando langsung beramai – ramai mengerubungi mobil untuk saling berebut mengambil buku. (Humas)




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.