Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto menggelar rapat koordinasi dengan pihak – pihak pemilik aset berupa tanah dan bangunan di kawasan cagar budaya ‘Kota Arang’. Rapat koordinasi bersama pemilik aset cagar budaya ini sebagai tindak lanjut rencana pembentukan Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia Ombilin, pasca ditetapkannya Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia (world heritage) oleh UNESCO pada 06 Juli lalu.

Dalam rapat yang digelar pada Jum’at 02 Agustus itu di Balaikota itu, menyepakati dibentuknya tim terpadu antar Pemko – pihak pemilik aset.

Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam sambutannya mengatakan bahwa peran serta dan kontribusi pihak – pihak pemilik aset sangat strategis.

“Kita sepakat membentuk tim terpadu, sehingga jelas nanti siapa mengerjakan apa. Sebelum nanti diusulkan seperti apa pengelolaan warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini ke Pemerintah Pusat, kita ingin kita yang di sini (Pemko dan pihak pemilik aset) terlebih dahulu sudah punya kesamaan pandangan, satu visi. Sehingga nanti tidak sampai ada miskomunikasi segala macamnya,” ujar Deri Asta.

Para pemilik aset berupa tanah dan bangunan di kawasan cagar budaya Sawahlunto tersebut adalah ; PT. Bukit Asam, PT. Kereta Api Indonesia, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Yayasan Prayoga.

Dalam rapat koordinasi itu, juga dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Nurmatias. (Humas)

 

 




ARTIKEL LAIN