Regrouping SDN 12 dan Pendirian SMPN 10

Memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan menengah tingkat pertama, selain menjadikan SMPN 2 menjadi sekolah unggul bebas rayon, Pemko Sawahlunto mengambil kebijakan mendirikan sekolah baru yaitu SMPN 10 dengan penerimaan system rayon.

Untuk mendukung proses belajar SMPN 10 ini, Pemko mengambil kebijakan regrouping atas SDN 12 Sapan kemudian menjadikan bangunan SD ini menjadi gedung SMPN 10 Kota Sawahlunto, dengan salah satu pertimbangan lokasi SDN 12 Sapan cukup berdekatan dengan beberapa SD Negeri lainnya yang ada di kawasan itu, seperti SDN di Kayu Gadang, SDN di Pasar Sapan, SDN di 13 Sungai Durian, SDN di Pasar Baru dan ada juga SDN di Kampung Surian.

Drs.Marwan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menjelaskan dengan adanya beberapa SDN lain yang lokasinya tak begitu berjauhan, hak dan kewajiban murid untuk bersekolah tetap terjamin, karena lokasi sekolah pindahan tidak jauh. SDN 12 sudah tidak menerima pendaftaran siswa baru sejak tahun ajaran 2017/2018, sementara semua murid dari kelas 2 hingga kelas 6 akan dipindah sekolahkan sesuai dengan permintaan Wali Murid.

Drs.Marwan juga menjelaskan bahwa proses Regrouping SDN 12 Sapan ini sudah disosialisasikan sejak akhir tahun ajaran lalu, tepatnya pada bulan Ramadhan lalu, dengan menggelar pertemuan yang dihadiri Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan majelis Guru SDN 12 Sapan bertempat di Kantor Dinas Pendidikan.

“Saat sosialisasi itu tidak ada pernyataan penolakan ataupun keberatan dari Komite Sekolah ataupun pihak lainnya. Dan Kepala SDN 12 juga sudah menyatakan telah mensosialisasikannya kepada Wali Murid. Dengan dasar itu, sehingga kami melanjutkan proses regrouping ini” ujar Marwan.

Saat ini Dinas Pendidikan juga telah menyelesaikan Surat Keputusan pemindahan guru SDN 12 ke beberapa sekolah lain yang kekurangan tenaga pendidik, penyerahan SK tersebut akan dilakukan sesegeranya. Ia berharap para Wali Murid dapat memahami dan menerima kebijakan ini, sehingga proses belajar anak tidak terganggu.

Sementara terkait SMPN 10 yang baru dibentuk sejak tahun ajaran 2017/2018, saat ini tengah berjalan proses belajar mengajar menumpang di gedung SMPN 2 dengan 64 orang murid. (humas)




ARTIKEL LAIN