Dalam musrenbang yang berlangsung di Kecamatan Barangin pada kamis 6 Februari 2020, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyebut pihaknya tengah membuat perencanaan perbaikan kondisi PDAM yang disebutnya saat ini dalam kondisi sangat sakit. Banyak persoalan menahun yang butuh penanganan dalam PDAM salah satunya disebabkan karena biaya produksi yang tinggi, sementara harga jual rendah.

Belum lagi tingkat kebocoran jaringan pipa PDAM yang mencapai 39% sehingga volume air yang dijual ke masyarakat hanya 60%. Kebocoran pipa ini ada yang disebabkan bencana alam dan ada yang faktor usia.

“Dana 25 milyar dibutuhkan untuk perbaikan total PDAM” ujar Wako. Karena keterbatasan kondisi anggaran di APBD, pihaknya telah berupaya mencari alternatif sumber dana. Salah satunya melalui Kementrian PUPR serta melakukan penjajakan bantuan pendanaan dengan Bank Dunia.

Dari hasil penjajakan yang dilakukan, Bank Dunia bersedia membantu pendanaan sebesar 60% sementara 40% lagi dialokasikan melalui dana dari Kementrian PU.

Penjelasan Walikota ini sekaligus menjawab permintaan Lazuardi Ketua Komisi 3 DPRD Sawahlunto yang hadir pada kesempatan yang sama.

Dalam acara Musrenbang itu, anggota DPRD Dapil Barangin ini meminta Pemko dan Instansi terkait untuk cepat tanggap dalam mengatasi kondisi yang ada dimasyarakat, salah satunya permasalahan PDAM , jalan-jalan yang rusak serta masalah ekonomi.(humas)




ARTIKEL LAIN