previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Slider

Kota Sawahlunto menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI. Sertifikat ini menunjukkan bahwa berdasarkan pemeriksaan tim terkait, Sawahlunto sudah terbebas dari malaria.

Sertifikat eliminasi malaria diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta, Rabu 19 Februari 2020 di Jakarta International Expo Convention Center (JICC) Kemayoran, Jakarta.

Sebelum menyerahkan sertifikat itu, Menkes Terawan Agus Putranto mengapreasiasi pemerintah kabupaten/kota yang telah berhasil membebaskan daerahnya dari malaria. Hal ini, kata Terawan mencerminkan komitmen pemerintah daerah itu dalam menjaga kesehatan warganya.

Mengetahui hasil pemeriksaan tim dari Kemenkes RI yang menyatakan bahwa di Sawahlunto terbebas dari nyamuk yang membawa plasmodium malaria, Walikota Deri Asta menyatakan bersyukur dan Pemko melalui Dinas Kesehatan akan mempertahankan pencapaian tersebut. Sehingga, setelah menerima sertifikat ini kata Walikota jangan lengah dan menganggap ke depan Sawahlunto akan terus bebas malaria.

“Untuk yang sudah ini Alhamdulillah sudah bebas, bonusnya kita diganjar dengan sertifikat dari Kemenkes ini. Namun yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa kita pertahankan. Untuk itu perlu kita jaga bersama, dibawah koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” tutur Walikota Deri Asta.

Untuk itu, Deri Asta meminta kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk – KB) Sawahlunto agar jangan sampai mengendorkan upaya – upaya dalam memberantas malaria tersebut.

Terkait pemeriksaan malaria yang dilakukan oleh Kemenkes RI, dijelaskan oleh Kepala Dinkesdalduk – KB, Yasril bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan selama 3 tahun berturut – turut. Sawahlunto yang diperiksa selama 3 tahun ini ternyata bebas dari asmodoum, sehingga bebas dari malaria tersebut.

“Nanti akan dipantau kembali setiap tahunnya. Jika kemudian nanti ditemukan malaria, maka sertifikat eliminasi ini bisa dicabut kembali oleh Kemenkes,” sebut Yasril.

Namun, Yasril mengatakan bahwa pihaknya optimis bisa melanjutkan kinerja membebaskan malaria dari ‘Kota Arang’ dengan upaya – upaya yang akan terus ditingkatkan. Dengan pengalaman selama beberapa tahun belakangan ini menurut Yasril juga sangat membantu dalam menentukan strategi ke depannya.

Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, juga diharapkan dengan pengakuan dari Kemenkes untuk status sebagai kota bebas malaria ini bisa turut menunjang Sawahlunto sebagai kota wisata. (Humas)




ARTIKEL LAIN