Tak hanya Pemerintah Kota, masyarakat setempat juga diminta untuk ikut berperan dalam menjaga dan merawat lampu Penerangan Jalan Umum – Tenaga Surya (PJU – TS). Sebab, manfaat keberadaan lampu jalan bertenaga cahaya matahari ini seutuhnya juga untuk masyarakat sebagai pengguna jalan sehari – harinya.

Permintaan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Archandra Tahar, saat meresmikan penggunaan lampu Penerangan Jalan Umum – Tenaga Surya (PJU – TS) untuk Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kota Solok dan Kabupaten Agam, Minggu 24 Februari 2019 di Desa Bukik Gadang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

“Mari kita syukuri, Pemerintah dapat merealisasikan permohonan pemasangan lampu jalan. Bahkan dengan metode tenaga surya (solar cell) yang bisa lebih menghemat pengeluaran Pemerintah Daerah masing – masing, sebab nantinya tidak perlu lagi membayar uang tagihan listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Karenanya, lampu yang ditujukan manfaatnya untuk masyarakat dapat terang benderang jalan yang mereka lalui sehari – hari ini mari kita jaga, kita rawat bersama. Ada tanggung jawab Pemda, dan jangan lupa juga ada tanggung jawab, ada peran serta dari masyarakat setempat,” pesan Archandra, Wakil Menteri yang juga merupakan orang Minang (putra Pariaman) itu.

Disebutkan Archandra, lampu jalan tenaga surya ini, yang untuk Kota Sawahlunto memperoleh sebanyak 200 unit, merupakan bantuan dari Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) yang diserahkan kepada Pemda setempat.

“Jadi lampu ini sekarang kami berikan kepada Sawahlunto untuk digunakan, dijaga dan dirawat. Untuk enam bulan ke depan, jika ada kerusakan, segera laporkan, karena itu masih dalam tanggung jawab kontraktor yang memasang unit lampu – lampu solar cell tersebut,” ujar Archandra.

Ditambahkan dia, berbagai tools (peralatan) dalam lampu tenaga surya tersebut juga diberikan garansi. Seperti misalnya untuk baterai itu garansinya tiga tahun. Sementara untuk panel surya – nya sendiri, garansinya bahkan mencapai 20 tahun.

Terpasang dan beroperasinya 200 unit lampu penerangan jalan umum bertenaga surya ini di Sawahlunto sangat bermanfaat dan membantu sekali, sebut Walikota Deri Asta.

Diungkapkan Deri Asta, masih banyak kawasan pinggir jalan di ‘Kota Arang’, terutama di daerah pedesaan yang belum terfasilitasi aliran listrik PLN sehingga otomatis nihil penerangan.

“Sementara, untuk yang lampu jalan biasa (menggunakan tenaga listrik, – red), itu kami setiap tahunnya membayar sampai dua miliar rupiah untuk tagihan listriknya ke PLN. Untuk APBD Sawahlunto, mengeluarkan sampai dua miliar rupiah untuk membayar lampu jalan ini terasa sangat besar. Makanya, kehadiran lampu yang dengan tenaga surya ini sangat membantu sekali bagi kami,” tutur Deri.

Menyambung itu, Deri juga menyampaikan harapan agar pihak Kementerian ESDM di tahun berikutnya dapat menambah volume (jumlah) bantuan lampu tenaga surya yang diberikan.

“Tentu harapan kami, di tahun berikutnya untuk bantuan lampu jalan bertenaga surya ini, Sawahlunto ingin diberikan lebih banyak lagi. Jadi kalau dapat ditambah, dari sekarang masih 200 unit, mungkin ke depan dapat sampai 500 unit,” harap Deri.

Untuk 200 unit lampu jalan tenaga surya yang diperoleh Sawahlunto, itu ditempatkan di 4 Kecamatan di ‘Kota Arang’ tersebut.

“Kita sebar pemasangan yang 200 unit ini di semua kecamatan. Prioritas jalan yang di pedesaan yang ramai dilalui warga,” kata Deri.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Bukik Gadang, Slamet menyebutkan bahwa dirinya dan masyarakat berterimakasih dan memang sangat terbantu dengan keberadaan lampu tersebut.

“Kami memang sangat membutuhkan penerangan jalan ini. Jadi tentu saja besar manfaatnya bagi masyarakat di sini. Untuk hal menjaga dan merawatnya nanti kami di Desa bersama masyarakat berjanji bisa melakukan penjagaan dan perawatan itu,” ujar Slamet.

Hal senada juga diakui sejumlah warga, salah satunya Bayu, yang masih berstatus sebagai pelajar di sekolah menengah.

“Iya, tentu bermanfaat lah. Jalan kami sekarang jadi terang. Kalau malam rasanya akan lebih aman. Kan biasanya pulang malam selesai belajar kelompok itu dulu sering takut segala macam. Sekarang dengan adanya penerangan ini ya terasa lebih santai lah,” kata Bayu, yang disetujui oleh teman – temannya.

Informasi dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Bukik Gadang, lampu jalan tenaga surya yang dipasang di desa tersebut yakni sebanyak 20 unit.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto, Adi Ikhtibar yang ikut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan bahwa adanya lampu jalan tenaga surya tersebut sangat berarti bagi ‘Kota Arang’, sehingga memang untuk menjaga dan merawat aset tersebut menuntut keikutsertaan seluruh elemen.

“Semoga ketika kita mampu menjaga dan merawat dengan baik, itu menambah kepercayaan Pemerintah Pusat untuk menambah bantuannya pada kita,” kata Adi.

Seusai peresmian lampu jalan tenaga surya yang ditutup dengan peninjauan ke salah satu unit lampu tersebut, Wamen ESDM Archandra Tahar mengakhiri kunjungan kerjanya di Sawahlunto dengan berziarah ke Makam Mahaputra Mohammad Yamin. (Humas)




ARTIKEL LAIN