Sawahlunto Internasional Music Festival 2017

04-05 November 2017 SIMFes (Sawahlunto Internasional Music Festival), sebuah pergelaran musik bertaraf internasional yang berada di kawasan Kota Tua Sawahlunto akan kembali dihelat untuk ke 8 (delapan) kalinya pada tanggal 04 dan 05 November 2017. Selama dua hari, penikmat musik akan disuguhi pertunjukan dari musisi-musisi terbaik dari dalam dan luar negeri seperti Oktivi Ansambel Music, Lalang, Daood Debu, Sisir Tanah, Hototoska, Adien Lopez, The Cigarman Blues, Jesse Lesse, On and On, Diskopantera dan Sawahlunto New Ansamble dari Kota Sawahlunto.

Bertempat di panggung terbuka alun alun Kota tepatnya di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, SIMFes ke 8 menawarkan suasana perpaduan Heritage City yang indah, musik yang bergelora dan kehangatan interaksi antara musisi dan penonton yang membuat SIMFes selalu ditunggu dan dipadati penikmat musik setiap tahunnya.

Selain memanjakan hati dan jiwa serta mata dan membawa nuansa yang berbeda dalam dunia seni pertunjukan musik, SIMFes juga menjadi ajang untuk mencintai kearifan Kota Tambang Batu Bara menuju Kota Warisan Dunia dan meningkatkan apresiasi terhadap musik etnik kontemporer di tanah air. Dengan hadirnya ribuan pengunjung yang memadati SIMFEs ke 9 tahun 2017 selama dua hari, masyarakat sekitar juga mendapat tetesan ekonomi yang bermanfaat.

Bertemakan “Fullmoon Heritage Wonderland”, SIMFes tahun ini akan memberikan sensasi lain untuk menikmati pagelaran musik. Selain sebagai pertunjukan musik etnik dunia, iven ini juga menyuguhkan fenomena alam bulan purnama terbesar di tahun 2017 yang dapat dinikmati oleh para pengunjung Festival.

The CigarMan Blues (TCB) merupakan band yang terbentuk di Bandung oleh Duff dan Stew pada tahun 2007. The CigarMan Blues -TCB pada awalnya bernama “Bitchin’ Tattoo Project” dimana band ini mengusung jenis music blues dan rock and roll sebagai influence music mereka.

Lalang Band yang merupakan band asal kota Padang, Sumatera Barat. Band yang beraliran Echo Folk ini terbentuk sejak tahun 2014 dengan formasi Ranggon (Gitar/Vokal), Hakim (Acordeon/Flute), Arif (Gitar), Eko (Bass) yang mengusung aliran Folk Indie. Lalang Band pun sudah merilis single yang berjudul ASA pada tahun 2015 dan termasuk didalam Album kompilasi ‘Andalas 5 Sore’.

Musisi dari Sawahlunto sebagai Host of Event SIMfes akan menampilkan kelompok musik gabungan dari perwakilan musisi Sawahlunto dengan nama “Sawahlunto New Ansamble”. Mereka akan membawakan beberapa garapan musik komposisi baru yang berangkat dari Spirit Pariwisata Sawahlunto dengan tajuk Night Run of Sawahlunto dan Java Jiwa. Keragaman etnis di Sawahlunto coba digambarkan kedalam bentuk instrumen pendukung garapan komposisi musik serta pengolahan ritme ritme khas kedaerahan, sehingga menunjukan keharmonisan masyarakat Sawahlunto dalam budaya multicultural.

Selain menikmati pertunjukan Musik, pengunjung SIMFes juga akan dilibatkan dengan berbagai kegiatan dalam rangkaian event tersebut seperti program Zero Waste atau kampanye bebas sampah dengan melibatkan siswa/i Sekolah Menengah Pertama sebagai penggerak di Program ini dan akan diikuti oleh komunitas komunitas serta pengunjung. Program ini dimaksudkan untuk mendukung sekaligus dua pengghargaan yang diterima Kota Sawahlunto yaitu Pengghargaan Kota Layak Anak dan Penghargaan Adi Pura. Kegiatan selanjutnya adalah bersifat edukasi dan transfer knowledge, akan dikemas kedalam bentuk workshop dengan pemateri dari musisi SIMFes yaitu Daood Debu dengan materi perkusi khas Turki Darabuka dan juga Materi Perkusi khas Flamenco Spanyol.

Disamping workshop musik juga disajikan proses pembuatan Handy craft khas Kota Sawahlunto “Songket Silungkang” di areal venue SIMFes. Selain mendapatkan pengetahuan kekayaan khasanah budaya pengunjung juga bisa mendapatkannya sebagai oleh oleh khas Kota Tua Sawahlunto.

Sejak awal festival musik ini memang ingin memperlihatkan keragaman musik dunia yang sangat jarang tampil di media televisi. Hal ini sesuai dengan realitas kebudayaan dan kehidupan masyarakat kota Sawahlunto yang multi etnik dan multikultur tersebut.

Kegiatan SIMFes ini memang diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya, dan terciptanya multiplayer effect perekonomian dari pelaksanaan event tersebut seperti di bidang Akomodasi, rumah makan, pedagang jajanan pasar, sektor transportasi, souvenirshop dan lainnya. Sejak SIMFes di laksanakan tahun 2010, berbagai musisi dunia telah tampil menyemarakan panggung musik tahunan ini. Mulai dari sejumlah negara di Afrika seperti Sinegal dan Abijan, juga ada dari Mexico, Hawai, Mongolia, Taiwan, Malaysia dan sejumlah musisi terkemuka dari Indonesia.




ARTIKEL LAIN