Lomba Foto, Pameran promosi Homestay, Workshop homestay dan rangkaian festival akan memeriahkan gelaran Homestay Fair Internasional 2019 di Kota Sawahlunto dari 13 hingga 16 Oktober mendatang.

Homestay fair 2019 ini ditujukan untuk promosi pariwisata khususnya homestay dan industri kreatif serta mendorong partisipasi masyarakat untuk terjun sebagai pelaku usaha bidang pariwisata di Kota Tambang Warisan Budaya Dunia.

Direncanakan gelaran ini akan diikuti oleh pelaku wisata dan pengelola Homestay dari Malaysia, Thailand dan berbagai daerah di Indonesia.

previous arrow
next arrow
Shadow
Slider

Lomba foto Sawahlunto Homestay Fair 2019 mengambil tema Kuliner dan Seni Budaya Homestay, sementara seminar akan diisi oleh ahli homestay dari Jogja dan Trengganu.

Kamsri Benty Ketua Asosiasi Homestay Sawahlunto menyebut tingkat hunian homestay kota ini terus meningkat sejak ditetapkan sebagai Warisan Dunia.

Dengan iven yang dibantu Pemko ini, ia optimis akan terbentuk jaringan homestay Internasional yang siap meningkatkan promosi wisata Sawahlunto.

Sementara itu Dewi Wulan Sari Kasi Bina Industri Wisata Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto mengungkapkan di kota ini minat warga membuka usaha homestay terus meningkat.

“Sudah ada 41 homestay yang terdaftar di 4 Kecamatan se Kota Sawahlunto, dan di tahun ini ada 15 lagi pendaftar baru yang akan kita verifikasi kelayakannya”ujarnya.

Rata-rata homestay Sawahlunto yang sudah lulus verifikasi bertype B yakni memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti kamar tidur dan kamar mandi yang bagus dan bersih.

Ada juga beberapa homestay Sawahlunto bertype A dengan fasilitas pendukung berupa kamar tidur ber AC dan kamar mandi lengkap di dalam kamar.(humas)




ARTIKEL LAIN