Pemerintah Kota Sawahlunto terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka di “Kota Arang” itu yang mencapai kisaran 6 % atau lebih dari 1.400 orang. Sejumlah program dikerjakan, mulai dari menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK), kerja sama penempatan tenaga kerja pada beberapa perusahaan di Kota Batam, dan yang akan diselenggarakan pada Rabu – Kamis, 11 – 12 Desember 2019 mendatang, yakni Sawahlunto Job Fair.

Dalam bursa kerja yang dilaksanakan di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) itu, Pemko bekerjasama dengan 24 perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dari 24 perusahaan tersebut, sebanyak 4 perusahaan merupakan perusahaan lokal di Kota Sawahlunto, sementara selebihnya perusahaan di Padang, dan kota – kota lainnya di Indonesia.

Rata-rata, ke-24 perusahaan tersebut membuka formasi mulai dari 2 sampai 4 orang. Sementara, untuk kriteria tingkat pendidikan para pelamar lowongan kerja tersebut, rata-rata memang dibuka bagi lulusan Diploma 3 (D3) dan Strata 1 (Sarjana/S1). Meski begitu, tetap ada sejumlah perusahaan yang membuka formasi untuk lulusan SLTA sederajat.

Guna mempermudah para pencari kerja tersebut melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) yang menjadi penyelenggara kegiatan juga bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), menghadirkan loket pelayanan pembuatan data kependudukan (KTP-Elektronik, Kartu Keluarga, dan lain-lain) serta pembuatan kartu Angkatan Kerja (AK-1).

Kepala Dinas DPMTSP-Naker, Dwi Darmawati menyebutkan bahwa nanti seusai pelaksanaan bursa kerja itu, dengan dibantu Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumbar, akan dilakukan evaluasi agar didapat informasi berapa serapan tenaga kerja yang berhasil terjaring dari kegiatan bursa kerja ini.

“Nanti, beberapa waktu selesai kegiatan, kita akan lakukan evaluasi. Berapa orang pelamar dari Sawahlunto yang lolos diterima oleh perusahaan-perusahaan tadi. Sehingga ini menjadi tolak ukur kita juga, berapa tingkat pengangguran yang berhasil kita kurangi dengan kegiatan ini,” kata Dwi Darmawati.

Terkait Sawahlunto Job Fair ini, Walikota Deri Asta mengatakan bahwa kegiatan bursa kerja ini menjadi salah satu langkah merealisasikan visi dan misi mengurangi tingkat pengangguran di “Kota Arang”.

“Sesuai visi-misi kita, mengurangi angka pengangguran di kota ini. Sudah berjalan sejumlah program dan ini (bursa kerja) salah satunya. Di sini kita jadikan wadah untuk mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujar Walikota muda 45 tahun nan ramah itu.

Sementara, langkah lainnya, disampaikan Deri Asta, untuk menyiapkan lapangan kerja di Sawahlunto, Pemko akan memaksimalkan kegiatan pada Balai Latihan Kerja (BLK).

“Di bidang penyiapan tenaga kerja dan lapangan kerja, kita laksanakan pelatihan. Sepanjang 2019, sudah dilaksanakan beberapa kali paket pelatihan. Kita sangat berharap, melalui BLK ini, skil dan kompetensi calon tenaga kerja kita dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan ataupun mampu untuk membuka lapangan kerja sendiri,” tutur Deri. (Humas)




ARTIKEL LAIN