Lemahnya denyut kehidupan pondok pesantren Al Hadi desa Talawi Hilie mendapat secercah harapan ketika Walikota Sawahlunto melakukan sholat subuh berjamaah di Surau Godang tersebut. Didirikan oleh Syeh Tampuoh, seorang ulama dan pejuang asal Talawi sejak masa penjajahan Belanda, kini kondisi pesantren bersejarah ini cukup memprihatinkan.

Rabu 1 Nov 2017 usai subuh berjamaah Ali Yusuf mengatakan bahwa ia akan berusaha untuk mengembalikan kejayaan Ponpes yang pernah ramai di awal abad 19.

“Kita akan melaunching Ponpes ini menjadi pusat pembelajaran tahfidz Quran, untuk mewujudkan itu di tahap awal akan dibenahi fasilitas toilet yang lebih representatif sehingga santri merasa nyaman. Selanjutnya akan kita datangkan tambahan guru hafidz Quran untuk lebih menghidupkan pesantren ini” ujar Ali Yusuf.

“Dengan adanya tambahan guru, akan bertambah pula ilmu yang akan didapat oleh santri, dan mudah2an semakin banyak santri yang tertarik untuk belajar di pesantren ini” lanjutnya.

Is juga mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama bahu membahu mengembalikan kejayaan salah satu Ponpes tertua di Sumatera Barat ini dengan bergotong royong membersihkan lokasi pesantren dan menghimbau agar masyarakat menggerakkan anak-anak untuk sholat dan mengaji di pesantren ini. (humas)




ARTIKEL LAIN