Selain diwarnai dengan kemeriahan karnaval, SISCa juga diisi dengan Konferensi Songket yang diikuti oleh pelaku industri tekstil Sawahlunto dan beberapa daerah Nusantara, juga utusan dari beberapa Pemerintah kabupaten/kota.
Konferensi tersebut ditujukan untuk membangun komitmen antar daerah- daerah penghasil tenun dan songket untuk bersama-sama mengambil langkah mengusung songket dan tenun sebagai warisan nasional, kemudian dilanjutkan dengan pengusulan sebagai warisan dunia.

Ali Yusuf mengatakan ada 163 kab/kota di Indonesia yang aktif melestarikan dan memproduksi tenun tradisional.
Maka harus ada upaya bersama mengangkat warisan bangsa ini untuk lebih membudaya di negeri sendiri dan dikenal Internasional.

Dikatakan Walikota sejalan dengan itu, Pemko akan terus melakukan upaya pengembangan pasar songket menjadi berbagai produk lain, dan mendorong pelaku industri untuk merambah pasar online serta tak kalah pentingnya upaya peningkatan mutu.

Dalam acara SISCa Wako juga meminta Bappenas untuk mencarikan investor penyedia benang. Dengan lebih mudahnya ketersediaan benang sebagai bahan baku utama, diharapkan songket bisa lebih bersaing dalam hal harga, dan lebih terjangkau oleh berbagai kalangan.(humas)




ARTIKEL LAIN