Malam hari tak menjadi alasan bagi para personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berhenti bekerja membersihkan rumah warga dan jalan yang terdampak oleh tanah longsor. Diterangi lampu senter emergency dan sejumlah alat penerangan lainnya, mereka berjibaku membantu masyarakat mengeruk sampai mendrop tanah longsoran tersebut.

Material longsor yang menimpa dan menutup beberapa akses jalan sudah berhasil diatasi, diantaranya di kawasan SD 07 Talago Gunung, longsor yang menutup jalan Kubang Tangah-Lunto, jalan Lumindai – Balai Batu Sandaran.

Juga sudah dibersihkan material longsor yang sempat menimpa 2 titik badan jalan Provinsi di kawasan Kebun Jeruk Silungkang dan di Silungkang Oso. Dan saat ini tengah berjalan pembersihan material longsor di kawasan Tanjung Sari.

Wawan Setiawan, ST Kasubid Kedaruratan dan Logistik BPBD kepada humas mengatakan, banyaknya titik longsor yang terjadi sejak Minggu 16 Februari 2019. Sementara alat berat terbatas dan anggaran pun terbatas, cukup membuat pihaknya kewalahan.

Karena keterbatasan tersebut, Wawan meminta masyarakat yang kawasannya tertimpa bencana dan belum tertanggulangi untuk bersabar.

Pihaknya telah melakukan pemantauan dan validasi terhadap seluruh titik bencana yang dilaporkan masyarakat. “Untuk menangani keseluruhannya tentu butuh waktu, apalagi banyak titik yang material longsornya tidak bisa diatasi secara manual. Harus dengan alat berat dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar” ujar Wawan.

Waspada bencana, Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengajak masyarakat memperhatikan lingkungan, memperbaiki drainase dan membuat talangan saluran air cucuran atap rumah.

Ia mengatakan dari banyak bencana longsor yang terjadi, penyebabnya adalah aliran air yang tidak tertata, termasuk cucuran atap rumah yang airnya dibiarkan meresap ke tanah, tidak dialirkan, sehingga menyebabkan tanah menjadi berat dan mudah longsor.(Humas)




ARTIKEL LAIN