Mempromosikan wisata Sawahlunto sekaligus memfasilitasi para pemilik dan pengelola radio se – Sumatera Barat melakukan silahturrahmi, diskusi dan berwisata, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM mengundang para insan penyiaran tersebut ke Sawahlunto, Kamis 20 Juni 2019. Mendapat tanggapan antusias dari peserta yang mencapai lebih dari 80 orang, di akhir kegiatan setelah berwisata dan berdiskusi mereka dijamu makan siang di destinasi wisata Kandih bersama Walikota Sawahlunto, Deri Asta yang kemudian menyampaikan ekspose tentang pariwisata ‘Kota Arang’.

Dalam kegiatan itu, dilaporkan oleh Ketua Asosiasi LPPL Radio dan Televisi se – Sumatera Barat yang juga Kepala LPPL Radio Sawahlunto FM, Wiza Andrita bahwa diikuti 80 orang lebih peserta yang tergabung dalam 3 organisasi.

“Kita berhasil mengumpulkan teman – teman dari 3 organisasi, yakni ; Persatuan Radio Swasta Siaran Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi LPPL Radio dan Televisi Sumbar dan Forum Radio Swasta Sumbar dalam pertemuan yang digelar untuk pertamakalinya ini,” kata Wiza, Kamis 20 Juni 2019 di Kandih.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat pujian dari Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Sumbar, Afriendi Sikumbang. Dikatakannya, banyak dampak positif yang dapat diberikan dari pertemuan tersebut.

“Pihak LPPL dan Pemko Sawahlunto ini kita lihat sangat cerdas. Memfasilitasi teman – teman untuk berkumpul dan berdiskusi, namun dalam suasana berwisata. Sehingga dengan suasana yang lebih segar dan berwarna. Ini memberikan ide – ide baru untuk kemajuan radio kita,” kata Afriendi.

Pihak Pemko Sawahlunto memang mengharapkan agar kegiatan tersebut bisa berdampak luas bagi promosi pariwisata ‘Kota Arang’ tersebut melalui radio – radio di Sumbar yang mengikuti kegiatan itu. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Bagian Kominfo, Persandian dan Humas Setdako Sawahlunto, Dodi Febrizal dalam sambutannya.

“Selamat berkumpul, berdiskusi dan menikmati wisata Sawahlunto. Tentunya bapak – ibu sangat kami harap berperan membantu promosi wisata Sawahlunto di radio bapak – ibu masing – masing,” ujar Dodi Febrizal.

Walikota Sawahlunto Deri Asta, sebelum menguraikan ekspose pariwisata ‘Kota Arang’, mengatakan bahwa pihaknya melalui LPPL Radio Sawahlunto FM sengaja mengundang insan penyiaran radio se – Sumbar untuk dapat berkumpul di ‘Kota Arang’ guna memperlihatkan secara langsung berbagai destinasi wisata yang dimiliki kota tua yang sudah berusia 130 tahun tersebut.

“Menawarkan sektor pariwisata, tentu promosi adalah hal yang sangat penting bagi kami. Termasuk promosi dengan bantuan bapak – ibu di radionya masing – masing. Maka sekarang kita ajak bapak – ibu menikmati destinasi wisata kita. Alhamdulillah kalau bapak – ibu tadi terlihat sangat senang dan menikmati. Tentu jika ada saran dan kritik silahkan disampaikan agar kami dapat berbenah. Sedangkan pujian, apresiasi dan cerita – cerita manis pengalaman di sini silahkan bapak – ibu gaungkan melalui siaran di radio masing – masing,” tutur Deri Asta.

Dilanjutkan Deri Asta, pertemuan ini adalah permulaan, jika nantinya dari pertemuan ini kemudian ada tindak lanjutnya terutama dalam hal promosi penyiaran pariwisata, maka dikatakan Deri, silahkan dilaporkan kembali ke pihak Pemko untuk dapat dibahas juga guna membantu realisasinya.

Menindaklanjuti hal tersebut, dari keterangan yang disampaikan Ketua Asosiasi LPPL Radio dan Televisi Sumbar, Wiza Andrita, disebutkan bahwa memang sudah dibahas untuk melakukan kolaborasi penyiaran pariwisata.

“Tadi sudah sempat pembahasan awal di Forum Radio Swasta Sumbar untuk kegiatan kolaborasi siaran pariwisata. Sehingga nanti materi – materi pariwisata Sawahlunto bisa kita siarkan di radio – radio lain di Sumbar. Sesegera mungkin pembahasan ini segera menyentuh ke tahap kebijakan teknis,” kata Wiza.

Dalam kegiatan itu, selain Komisioner KPID Sumbar Afriendi Sikumbang, juga hadir Ketua Harian Asosiasi LPPL Nasional, Abrar dan Ketua PRSSNI Sumbar, Syafriadi Andika.

Di ujung kegiatan, sebagian peserta yang masih ingin melanjutkan menikmati wisata di Sawahlunto sampai malam hari memutuskan untuk menginap di ‘Kota Arang’ itu.

“Iya, ada kurang lebih sebagian peserta yang menginap. Mereka ingin menikmati suasana malam di Sawahlunto. Untuk itu kita bantu akomodir untuk menginap di mess Pemda ataupun jika berminat juga kita tawarkan ke homestay – homestay terdekat,” kata Kepala LPPL Radio Sawahlunto FM, Wiza Andrita. (Humas)




ARTIKEL LAIN