87666098_3649655548438991_78051109230346240_o
87669279_3649656278438918_1877126932869414912_o
87809751_3649655391772340_8750299690056024064_o
87973674_3649655228439023_5303324887232806912_o
87996505_3649655821772297_1440034510656765952_o
88108715_3649655908438955_3978867392460619776_o
88189350_3649656098438936_3035027623127285760_o
88224478_3649655645105648_3532979637434974208_o
88246877_3649655998438946_1474143873906245632_o
88257397_3649655031772376_9045661283877126144_o
previous arrow
next arrow

Pemko Sawahlunto bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) setempat dalam membantu masyarakat kurang mampu. Jenis bantuan yang disalurkan BAZNas untuk biaya hidup lanjut usia (lansia), bedah rumah, biaya sekolah atau kuliah dan modal usaha.

Bantuan dari BAZNAS ini, diserahkan paling lambat sekali 2 bulan. Untuk 2020, mulai diserahkan pada Februari ini.

Kepala BAZNas Sawahlunto, M. Syarif, mengatakan, total zakat yang disalurkan di Februari 2020, Rp 488.700.000 untuk 380 mustahiq (orang yang berhak menerima zakat).

“Total zakat disalurkan, Kecamatan Lembah Segar Rp 121.450.000, Barangin Rp 123.300.000, Talawi Rp 119.450.000, Silungkang Rp 124.500.000,” kata M. Syarif, usai menyerahkan zakat di Kantor Camat Barangin, Kamis 27 Februari 2020.

Ditambahkan M. Syarif, di Kecamatan Barangin ada 88 Mustahiq yang menerima zakat.

“Di Kecamatan Barangin ini, kita serahkan untuk bantuan biaya pendidikan itu diterima 16 mustahiq. Biaya hidup lansia/jompo diterima 38 orang. Lalu, untuk bedah rumah diterima 7 mustahiq. Biaya berobat diterima 1 mustahiq. Sementara untuk bantuan modal usaha itu diterima 26 mustahiq,” tutur M. Syarif.

Walikota Sawahlunto Deri Asta, yang hadir langsung dalam penyerahan bantuan BAZNas itu menyebutkan bahwa kerjasama pemko dengan BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu sangat strategis dan harus terus ditingkatkan.

BAZNas sebut walikota sangat berperan dalam menyempurnakan bantuan – bantuan pemko pada masyarakat kurang mampu.

“Kita dari Pemko itu sudah punya kebijakan dan program dalam membantu masyarakat kurang mampu, ada bedah rumah, beasiswa dan bantuan seragam sekolah, modal usaha, bantuan untuk anak disabilitas dan warga lansia dan lain sebagainya. Namun, pemko punya keterbatasan, sehingga belum menjangkau semuanya dan juga banyak yang bantuannya secara bertahap. Artinya memang belum mengcover secara keseluruhan,” ujar Deri Asta.

Dikatakan Deri, zakat yang disalurkan BAZNAS menjadi sangat strategis untuk melengkapi kesempurnaan itu. Masyarakat kurang mampu yang belum bisa difasilitasi dari bantuan pemko, didukung dari zakat yang disalurkan BAZNas. (Humas)




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.