Walikota Sawahlunto terdahulu (periode 2013 – 2018) yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sawahlunto, Ali Yusuf menyatakan mendukung dan siap membantu kinerja pemerintahan Walikota Deri Asta. Sebab, dikatakan Ali Yusuf, dirinya dan Partai Golkar Sawahlunto sadar betul, untuk membangun ‘Kota Arang’, semua pihak harus bersatu dan bersinergi membantu Pemerintah Kota.

Hal itu disampaikan Ali Yusuf usai memenuhi undangan makan siang bersama Walikota Deri Asta, di Balaikota pada Selasa, 02 Juli 2019.

“Sudah waktunya kita bersatu kembali, ini untuk bersama – sama membangun Sawahlunto. Sejak awal tujuan kita kan sudah sama sebenarnya, yaitu untuk membangun Sawahlunto,” kata Ali Yusuf.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta yang sengaja mengundang Ali Yusuf bersama pengurus Golkar untuk makan siang bersama mengucapkan terima kasih atas kehadiran mantan orang nomor satu Sawahlunto itu bersama jajaran pengurus Partai Golkar.

“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran bapak Ali Yusuf, pimpinan Partai Golkar bersama jajaran. Ini pertanda baik untuk kebaikan Sawahlunto ke depan,” ungkap Deri, yang kini juga menjabat Ketua DPD Partai Amanat Nasional Sawahlunto itu.

Bagi Deri Asta, pertemuan itu merupakan sinyal mencairnya komunikasi pemerintah saat ini dengan pemimpin sebelumnya. Hal itu, lanjutnya, sangat berarti bagi pemerintah yang ada, sebab akan sangat membantu gerak langkah pemerintah.

“Pemerintah tentu akan sangat terbantu dengan mencairnya komunikasi ini, terutama dalam melaksanakan pembangunan yang berkesinambangun. Apalagi, tadi pengurus Golkar sudah menyatakan sepakat untuk bersama-sama membantu pembangunan Sawahlunto ke depan,” tutur Walikota berusia 45 tahun itu.

Sementara, Ali Yusuf mengatakan, sebagai orang yang pernah memimpin Sawahlunto, dirinya bersama pengurus dan Partai Golkar, tentu lebih mendahulukan kepentingan masyarakat.

“Makanya, Partai Golkar sepakat untuk bersama-sama membantu Pemerintah Sawahlunto. Terutama dari sisi legislatif, tidak hanya untuk level kota, namun juga untuk di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Ali.

Ditambahkannya, untuk membangun Sawahlunto dibutuhkan kebersamaan dan sinergitas seluruh komponen yang ada. Apalagi, anggaran yang dimiliki kota berpenduduk 65 ribu lebih itu terbilang cukup terbatas. (Humas)




ARTIKEL LAIN