Membantu masyarakat agar lebih mudah dalam mengurus perizinan usaha, Pemerintah hadir dengan meningkatkan efektifitas perizinan tersebut. Langkah teranyar mewujudkan hal tersebut dilakukan Pemerintah melalui integrasi sistem perizinan dengan teknologi informasi (TI).

Efektifitas sistem perizinan terintegrasi dengan teknologi informasi, atau dipopulerkan dengan tajuk Online Single Submission (OSS) itu kini mulai diterapkan ke daerah. Kota Sawahlunto pun kini akan segera meningkatkan efektifitas perizinan usaha bagi pelaku usaha dan masyarakat di “Kota Arang” itu, setidaknya tercermin dari digelarnya “Sosialisasi Pelayanan Perizinan Melalui Online Single Submission” Kamis (15/11) di Gedung Pusat Kebudayaan.

Wakil Walikota Zohirin Sayuti yang membuka kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan pelayanan yang cepat dan ringkas terus menjadi harapan masyarakat. Sehingga Pemerintah wajib terus berupaya mewujudkan harapan itu.

Kini, kehadiran pelayanan perizinan yang terintegrasi dengan teknologi informasi akan sangat membantu perwujudan pelayanan yang cepat dan ringkas. Sehingga, Zohirin berpesan agar sosialisasi tersebut menjadi pijakan awal transformasi perizinan yang lebih baik.

“Masyarakat kita – terkhusus para pelaku usaha – terus mendambakan perizinan yang cepat dan ringkas. Beruntunglah, nyatanya harapan tersebut dapat perlahan diwujudkan dengan adanya perizinan yang memanfaatkan teknologi informasi ini,” ujar Zohirin.

Jadikan teknologi tersebut untuk membantu dan memaksimalkan kinerja pelayanan pada masyarakat, kata mantan Sekda Sawahlunto itu.

“Jika teknologi kita gunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan kita, itu baru bagus. Teknologi membantu kinerja, membantu pelayanan pemerintah pada masyarakat, itulah yang smart city. Tapi jangan sampai teknologi malah menimbulkan kemudharatan, membawa pada kerugian. Ini yang harus kita sikapi dengan cerdas,” sebut Zohirin. Ditambahkannya, jika teknologi dipakai untuk hal positif, tentu perlu didukung.

Pemateri pada sosialisasi itu, dihadirkan tenaga ahli dari Kementerian terkait. Para tenaga ahli tersebut, dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI yakni Benediktus Dwi Hari Prasetyo. Benediktus ini juga merupakan orang yang menjadi penanggungjawab di balik sistem Online Single Submission (OSS).

Selain Benediktus, juga dihadirkan narasumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Amri Zuhdi. Informasi yang didapat, Amri ini menjabat sebagai Kasubdit Kerjasama Pengawasan Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal Daerah BKPM.

Dengan pelaksanaan sosialisasi ini, disebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) Dwi Darmawati dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peserta – yakni tenaga teknis pelayanan perizinan di Dinas/Badan/Kantor dan pelaku usaha – mengenai perizinan dengan metode integrasi teknologi informasi itu.

“Sosialisasi ini adalah wahana kita untuk meningkatkan pengetahuan & pemahaman para pelaksana teknis pelayanan perizinan terkait agar nanti metode OSS ini dapat diaplikasikan di Sawahlunto,” kata Dwi Darmawati. (Humas)




ARTIKEL LAIN