Bencana tanah terban di SDN 25 Desa Balai Batu Sandaran Kecamatan Barangin pada selasa pagi (28/1/2020) telah meruntuhkan bangunan WC, Mushola dan Gudang di sekolah tersebut.

Merespon bencana yang menimpa insfrastruktur pendidikan dasar ini, Pemerintah Kota Sawahlunto melalui BPBD, Dinas Pendidikan, Camat Barangin dan Kepala Desa setempat langsung meninjau lokasi bencana dan berkoordinasi untuk mengambil langkah penanggulangan.

Rafki Rusdian Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto mengatakan dari hasil koordinasi pihak-pihak terkait, termasuk dengan Komite Sekolah dan masyarakat setempat, diambil langkah untuk mengamankan proses belajar mengajar agar tetap berjalan, ruang belajar kelas 1 untuk sementara di pindah ke ruang Perpustakaan.

“Akibat longsor, ruang belajar kelas 1 masih utuh, namun terindikasi berbahaya digunakan, apalagi jika terjadi hujan. Takutnya longsor susulan ketika jam belajar” ujar Rusdi.

Sementara untuk sanitasi di sekolah tersebut, disepakati mendirikan WC darurat dengan dana swadaya sumbangan beberapa pihak.

Kebijakan ini merupakan tindakan darurat untuk mengamankan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Meski aktifitas sekolah tetap lancar, namun aktifitas Taman Pendidikan Al Quran dan Pondok Tahfidz terganggu karena Musholla sekolah tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk sholat berjamaah, anak mengaji dan tahfidz.

Lebih lanjut Rafki mengungkapkan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pimpinan daerah untuk mengusahakan pembangunan kembali fasilitas sekolah ini.

Zainul Anwar Camat Barangin mengungkapkan, salah satu penyebab longsor di SD yang berdiri di bibir tebing ini adalah tidak adanya talangan air yang mengatur penyaluran air hujan ketanah.

“Kita usahakan fasilitas WC darurat dan talangan air untuk gedung sekolah akan segera dibangun secepstnya dari sumbangan dan kerjasama berbagai pihak, termasuk dari BPBD yang siap mengerahkan tenaganya” ujar Camat.(humas)




ARTIKEL LAIN