Tim penilai Kompetisi Inovasi Layanan Publik 2018 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (21/05) kunjungi Puskesmas Silungkang yang mewakili Kota Sawahlunto dalam kompetisi tersebut. Kedatangan tim penilai yang dipimpin Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar, Dahnil Aswad tersebut diterima oleh Pjs Walikota Abdul Ghafar dan jajaran OPD terkait bersama personel Puskesmas Silungkang.

Inovasi yang diekspose di Puskesmas Silungkang untuk kompetisi Inovasi Layanan Publik tersebut adalah Unit Layanan Terpadu Satu Pintu Ramah Anak (ULAT SUTERA). Inovasi ini telah berjalan lebih dari 2 tahun dan diganjar sejumlah penghargaan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Unit Layanan Terpadu Satu Pintu Ramah Anak ini, seperti yang dipaparkan oleh Kepala Puskesmas Silungkang, dr. Heru Fajar S., yaitu sistem layanan terpadu kepada masyarakat/pasien dengan prioritas pelayanan prima pada anak-anak.

Sistem ini selain memberikan kenyamanan dan rasa “betah” pada anak-anak ketika mereka berada di Puskesmas tersebut juga berhasil meningkatkan indeks kesehatan ibu dan anak. Sehingga secara tidak langsung telah berkontribusi besar menjaga dan merawat tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Sejak ULAT SUTERA ini dimulai, hal menggembirakan yang dapat terlihat adalah nyaman dan betahnya ibu & anak berobat atau berkonsultasi kesehatannya di puskesmas ini, sehingga banyak manfaat positif yang bisa kita ambil. Yang jelas pastinya tingkat kesehatan ibu & anak Alhamdulillah meningkat”, sebut dr. Heru Fajar S.

Ditambahkan dr, Heru Fajar, selain inovasi ULAT SUTERA, keunggulan Puskesmas Silungkang juga didukung predikat Akreditasi Utama.

Sementara, untuk survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IPM) terhadap Puskesmas dengan total 63 personel tersebut mencapai 75%. “Ini mengalami kenaikan, pada 2016 IPM -nya di kisaran 74%, naik di 2017 kemaren ke angka 75%. Dan pastinya terus kita berjuang agar ini, kualitas dan kuantitas layanan kita ke masyarakat meningkat terus”, tekad dr. Heru Fajar.




ARTIKEL LAIN