234175191_6166867066717814_2864738401823876949_n
237960435_6166867586717762_2093841528375537119_n
238167123_6166867706717750_3850151370500079522_n
238477693_6166867290051125_1061196231692538665_n
238749981_6166866886717832_226485466614039683_n
239412950_6166867463384441_1592021837127358629_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
SAWAHLUNTO – Perpustakaan sekolah di Sawahlunto segera menggunakan sistem otomasi perpustakaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan buku dan pelayanan pada pengunjung. Untuk mempersiapkan pustakawan sekolah dalam menggunakan aplikasi otomasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan sistem otomasi perpustakaan itu pada Jum’at 03 September 2021 tadi di Perpustakaan Adinegoro.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu dibuka dan ditinjau langsung oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta. Disebutkan Walikota Deri Asta, Pemko Sawahlunto memberi perhatian dan dukungan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan sebab perpustakaan memegang peranan strategis dalam mendukung pembangunan non – fisik bagi masyarakat, seperti meningkatkan literasi.
“Bagi kami, pembangunan fisik dan pembangunan non – fisik itu sama pentingnya. Namun memang kalau untuk pembangunan non – fisik itu hasilnya tidak langsung kelihatan pada saat itu juga, ada jangka waktunya baru terlihat dan terasa manfaatnya. Perpustakaan adalah satu upaya kita dalam pembangunan non – fisik di bidang mencerdaskan masyarakat terutama generasi muda, adanya perpustakaan memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh buku – buku yang representatif dan berkualitas. Pemko Sawahlunto tentu memperhatikan dan mendukung ini, ” kata Walikota Deri Asta.
Apalagi dengan ditingkatkannya pengelolaan dan pelayanan pada sistem otomasi ini jelas memberikan manfaat yang besar pada perpustakaan. Sehingga Pemko Sawahlunto berkomitmen terus memfasilitasi dan membantu agar perpustakaan di Sawahlunto dapat semuanya diupgrade ke sistem otomasi ini, yang sekarang dimulai pada perpustakaan sekolah.
“Untuk di Perpustakaan Adinegoro ini sudah diterapkan sistem otomasi ini, terbukti bahwa sangat meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan. Perpustakaan Muhammad Yamin nanti selesai direnovasi juga akan kita terapkan sistem ini. Sekarang kita melatih pustakawan sekolah untuk menggunakan aplikasi ini di pustaka sekolah. Ke depan, kami berharap pemerintah desa/kelurahan dapat membuat perpustakaan di desa/kelurahannya masing – masing, yang mana itu nanti bisa juga kita terapkan sistem otomasi ini,” ujar Walikota Deri Asta.
Tentang aplikasi otomasi perpustakaan ini, dijelaskan oleh Kasi Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Indra Ismail, bahwa melalui aplikasi tersebut untuk semua data buku – buku dapat direkapitulasi secara digital. Sehingga kemudian saat pengunjung mencari buku, maka pustakawan tidak perlu susah dalam mencari katalog secara manual, pengunjung juga tidak berlama – lama menunggu hasil pencarian buku.
“Contohnya ada pengunjung yang membutuhkan buku tentang public speaking, dia tidak perlu susah bertanya atau mencari – cari di banyak lemari/rak buku. Cukup memasukkan tema atau judul atau pengarang maupun penerbit buku itu maka bisa langsung mengetahui di lemari mana bukunya ada, apakah stoknya tersedia atau sedang dipinjam, kemudian jika dipinjam akan dikembalikan kapan. Jadi memang meningkatkan efektifitas pengelolaan dan pelayanan,” jelas Indra Ismail.
Ditambahkan Indra, untuk aplikasi otomasi perpustakaan ini sudah disediakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) secara gratis. Sehingga dalam kegiatan pelatihan tadi, langsung diberikan aplikasi tersebut kepada para pustakawan sekolah itu.
Dalam sosialisasi dan pelatihan tadi itu, narasumber yang menyampaikan materi yakni ; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Halomoan, Kabid Penyelenggaraan Perpustakaan, Nova Zahara, Kasi Pengembangan Perpustakaan, Indra Ismail dan Kasi Pelayanan Perpustakaan, Dewi Suswita.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.