Dinding tembok penahan tanah (dam) sepanjang lebih dari seratus meter yang membentang di ruas jalan Tanjung Sari, Kelurahan Air Mulyo, Kecamatan Lembah Segar kini menjadi sangat indah penuh warna dengan puluhan lukisan dinding atau mural. Hasil kreatifitas para peserta dan kerja keras warga panitia ‘Tanjung Sari Mural Competition 2019’ yang berlangsung Sabtu – Minggu, 23 – 24 November 2019 itu, memancing banyak pengunjung untuk melihat dan berswafoto (selfie) dengan latar belakang lukisan – lukisan mural tersebut.

Inisiatif warga Tanjung Sari dalam ‘menyulap’ dam sepanjang jalan menjadi estetik dan instagramable ini mendapat apresiasi dan pujian dari peserta maupun pengunjung. Walikota Sawahlunto, Deri Asta ketika membuka secara resmi iven tersebut menyebutkan, bahwa sebagai kegiatan yang murni berasal dari ide warga, sampai ke tahapan pelaksanaan juga diselenggarakan oleh warga setempat, ‘Tanjung Sari Mural Competetition 2019’ ini menjadi simbol bahwa masyarakat pun tidak kalah hebat dalam mengemas acara.

“Kita sangat apresiasi sekali, warga Tanjung Sari ini luar biasa. Kita dari Pemerintah Kota (Pemko) hanya membantu mensupport saja, sementara dari ide acara, panitia yang sibuk sampai malam itu langsung warga di sini. Sangat bagus, warga dalam menyelenggarakan ini tidak kalah saing dengan Pemko,” puji Deri Asta, dalam sambutannya, Sabtu 23 November 2019.

‘Menjamu’ para peserta seniman mural sebanyak 150 orang itu, panitia dan warga menyediakan fasilitas penginapan di aula Kantor Camat serta makan dan minum. Tak selesai di situ, pada sore Minggu saat iven selesai, para peserta juga diajak ‘city tour’ jalan – jalan di seputaran kota tua ‘World Heritage’ versi UNESCO tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara, Yogi Andika Hendraliza menguraikan, bahwa jumlah peserta mencapai 150 orang seniman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan itu, dari 65 spot dinding yang disediakan panitia, sebanyak 47 spot dilukis oleh para seniman tersebut.

“Kami dari panitia mengupayakan betul agar peserta dapat beraktifitas melukis dinding ini dengan nyaman. Sehingga kita sampai memfasilitasi terpal di sekitar spot melukis agar peserta tidak kepanasan atau kehujanan saat proses melukis muralnya,” kata Yogi, didampingi para panitia lainnya.

Untuk hadiah, lanjut Yogi panitia meyediakan total sejumlah Rp 28 juta ditambah trophy berbahan ukiran batubara.

“Kita juga berhasil bekerjasama dengan berbagai komunitas maupun sanggar seni di Sawahlunto. Sehingga selama kegiatan ini berlangsung, peserta dan penonton dihibur dengan penampilan tari dari Sanggar Canang Badantiang, Marawis D’Fathun (grup marawis dari Lapas Sawahlunto), Celesta Cecilia Band, solo piano Bonifasius Agadeo, Dj Alfi Hipskustik, Kuali Band, Dian Musik, SD N 13 Pasar Remaja, Recoil Band, The Uloks Mania, dan lain – lain. Jadi memang iven kita ini penuh warna, tak hanya dari perupa – pelukis, juga dimeriahkan oleh para pemusik/musisi Kota Arang ini,” papar Yogi.

Istimewanya lagi, iven ini juga memberikan kesempatan bagi anak – anak berkebutuhan khusus untuk ikut menggoreskan kuas mereka melukis dinding tepat di lapangan depan Kantor Camat Lembah Segar. Puluhan anak istimewa itu terlihat sangat antusias menggambar di dinding sambil sesekali bersenda gurau dengan teman dan guru mereka.

Sementara Wakil Walikota Zohirin Sayuti, ketika menutup dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang menyebutkan bahwa karya – karya para peserta sangat luar biasa indah. Sehingga kata Zohirin, hadiah yang bisa diberikan panitia sama sekali tidak sebanding dengan nilai karya yang telah ditorehkan para peserta.

“Hadiah ini hanya wujud apresiasi dan terimakasih dari kami kepada bapak – ibu peserta. Tentu jika dinilai dengan hasil karya, tidaklah sebanding dengan hadiah ini,” ujar Zohirin.

Dikatakan mantan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto itu, keberhasilan warga Kelurahan Tanjung Sari dalam menyelenggarakan iven ini hendaknya juga memotivasi dan memancing Kelurahan maupun Desa lain di ‘Kota Arang’ untuk membuat kreatifitas juga dengan potensi yang ada.

Juara 1 Tanjung Sari Mural Competition 2019, Subki dari Magelang menyatakan sangat terkesan mengikuti iven mural di Sawahlunto ini. Keramahtamahan warga dan keberagaman budaya yang dirasakannya di Sawahlunto itu pula yang ditorehkannya dalam lukisan mural yang akhirnya menyabet juara 1 itu.

“Senang sekali, ini kota yang sangat nyaman. Dalam keberagaman tapi terjaga kebersamaannya. Nilai – nilai positif seperti inilah yang coba saya abadikan di karya lukisan mural saya dengan judul Warna – Warni Sawahlunto,” kata Subki.

Usai kegiatan, Subki juga secara sukarela dengan antusias menambah empat lukisan untuk spot dinding yang masih kosong di dinding jalan Tanjung Sari.

“Ini apresiasi saya untuk warga dan panitia yang sangat baik sekali. Semoga menambah warna dan keindahan Tanjung Sari,” ujarnya sambil tersenyum.

Penyelenggaraan Tanjung Sari Mural Competition 2019 ini terpantau telah memberikan multiplayer effect yang signifikan. Secara ekonomi, banyaknya peserta dan penonton yang hadir menjadi kesempatan emas bagi warga sekitar untuk berdagang.

Sementara itu untuk jangka panjangnya, kawasan Tanjung Sari nampaknya juga bakal segera menjadi lokasi wisata baru yang diburu oleh warga untuk mendapatkan latar belakang foto selfie yang estetis. Terlihat saat ini saja, di sosial media Facebook dan Instagram, sudah mulai ramai dengan foto – foto warganet (netizen) di dinding warna – warni Tanjung Sari tersebut. (Humas)




ARTIKEL LAIN