153404789_5234111206660076_7605185577949796915_o
153698748_5234108013327062_6486979816351985710_o
153870638_5234110263326837_2249217262305557341_o
154227388_5234109859993544_1367919069535763190_o
154264033_5234108886660308_784218253916834835_o
154354912_5234110736660123_1684083756577808031_o
154603202_5234108366660360_4191898345943086856_o
155049851_5234109373326926_8680942196563395519_o
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Dalam sambutannya, Wawako Zohirin Sayuti mengarahkan agar jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sawahlunto dapat mempelajari bagaimana di daerah lain yang telah berhasil menerapkan hal itu untuk dapat dibawa dan diterapkan ke OPD – OPD di Kota Sawahlunto.
“Wilayah Bebas Korupsi ini kan sesuai dengan visi dan misi Pemko Sawahlunto, yakni menghadirkan pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif. Di samping itu juga termasuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU). Maka, kita menghimbau keseriusan dan komitmen dari pimpinan OPD beserta jajaran untuk dapat mewujudkan hal ini,” ujar Wakil Walikota Zohirin Sayuti.
Sementara, Inspektur Kota Sawahlunto, Isnedi, menyampaikan pada 2020 lalu Kota Sawahlunto termasuk 1 dari 161 kabupaten/kota yang lolos seleksi penilaian integritas yakni dengan sejumlah 6 unit OPD menuju Wilayah Bebas Korupsi.
“Indikator yang dinilai perubahannya adalah ; manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas (SAKIP) dan peningkatan kualitas publik,” sebut Isnedi.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.