Walikota Ali Yusuf Ajak Masyarakat Melirik Potensi Budidaya Kencur

Walikota Sawalunto Ali Yusuf mengajak masyarakat melirik potensi budidaya kencur. Menurutnya saat ini pasar kencur terbuka lebar baik untuk kebutuhan industry maupun sebagai bumbu dapur serta harga yang relative stabil. Hasil budidaya kencur selain dimanfaatkan untuk bumbu dapur juga dimanfaatkan untuk industry jamu dan obat-obatan.

Terkait hal ini Pihaknya melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kota Sawahlunto telah melakukan pengkajian dan survey ke beberapa daerah penghasil kencur seperti medan dan lampung. Dari survey tersebut diketahui bahwa pasar kencur terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan industry jamu dan obat-obatan. Selain sebagai bahan jamu, kencur juga bisa diolah menjadi minyak atsiri.

Ali Yusuf menyebutkan melihat pasar yang menjanjikan ini, pihaknya akan mendorong budidaya kencur di daerah-daerah rapat penduduk seperti Sikalang, Luak Badai dan beberapa kawasan lain. Ini akan menjadi salah satu solusi untuk mendorong peningkatan ekonomi di kawasan tersebut. Karena kencur bisa dibudidaya dengan menggunakan media karung.

Sementara itu Heni Purwaningsih menyebutkan dari hasil survey dan percobaan tanam yang dilakukan pihaknya, tanaman kencur yang dibudidaya selama 10 bulan, bisa menghasilkan rimpang 10 kali lipat dari ukuran bibit awalnya.

Pengadaan bibit kencur sendiri akan dianggarkan pada APBD perubahan 2017, dengan target awal budidaya di 5 ribu karung tanam. Dinas pertanian sendiri telah melakukan penjajakan pemasaran dengan Gapoktan yang ada di Lampung. “Jika nanti produksi kencur Sawahlunto sudah cukup memadai, kita akan lakukan penjajakan langsung dengan pabrik Sidomuncul” ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan tersebut.(humas)




ARTIKEL LAIN