Usai dilewakan gala kehormatan sangsoko adat sebagai Rangkayo Mudo Dirajo, Walikota Sawahlunto Deri Asta meminta dukungan dan masukan dari segenap unsur tokoh adat dan masyarakat agar dirinya dapat menjalankan amanah sesuai gala kehormatan sangsoko adat yang dilewakan tersebut.

“Kami menyadari, kepercayaan dari unsur – unsur adat dalam melewakan gala sangsoko ini kepada kami mengandung amanah yang besar. Untuk mengemban amanah itu dengan baik, maka pastilah kami tidak bisa melakukannya sendiri tanpa masukan, saran dan dukungan dari niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang serta seluruh masyarakat,” kata Deri Asta, Senin 11 November 2019, usai pelewaan gelar sangsoko adat di Aula BDTBT Sungai Durian, Sawahlunto.

Sesuai perannya dalam memimpin Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, Walikota Deri Asta menyebutkan, bahwa kebijakan dan program Pemko Sawahlunto akan disinergikan dengan falsafah atau kegiatan adat dan agama.

“Sawahlunto ini kan Kota Wisata Tambang yang Berbudaya, dengan itu adat menjadi indikator strategis, karena budaya ini kan muncul dari adat. Maka, adat dan agama akan selalu kita prioritaskan menjadi landasan dan acuan dalam mengelola dan membangun kota ini,” ujar Deri Asta Rangkayo Mudo Dirajo.

Komitmen dan permintaan dukungan dari Walikota Deri Asta itu disambut baik oleh Ketua Lembaga Kerapatan Adat dan Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto, Dahler Datuak Penghulu Sati. Dikatakan Dahler, LKAAM siap mendampingi, mengingatkan, memberi saran dan masukan serta berkoordinasi dengan Walikota Deri Asta.

“Kita sengaja memberikan penghargaan dan penghormatan kepada Walikota Deri Asta ini dengan melewakan gala sangsoko adat kepada beliau, selain memang apresiasi terhadap perhatian beliau terhadap urusan adat dan agama dalam memimpin pemerintah kota, ini juga untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar unsur adat dengan pemerintah,” ungkap Dahler Datuak Penghulu Sati.

Prosesi adat malewakan gala sangsoko adat ; Rangkayo Mudo Dirajo kepada Walikota Deri Asta itu ditandai dengan pemasangan deta oleh Ketua LKAAM Sumatera Barat, M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu, penyisipan keris oleh Ketua LKAAM Sawahlunto, Dahler Datuak Penghulu Sati, pemasangan salempang oleh Kabiro Organisasi Setdaprov Sumbar, Irwan Datuak Rajo Nando yang mewakili Gubernur Irwan Prayitno dan penyerahan tungkek oleh Ketua KAN Talawi, Aljasri Datuak Abu Bakar.

Mengenai gala sangsako ini, dijelaskan oleh Ketua LKAAM Sumatera Barat, M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu, pemberian gala sangsako adat ini sudah memenuhi persyaratan adat dan telah mendapat persetujuan dari Kaum Sumagek Kenagarian Talawi pada 25 Oktober 2019.

“Gala sangsako merupakan gelar kehormatan bukan gelar sako, yang diberikan kepada tokoh – tokoh yang berjasa untuk Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara,” kata M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sumbar, Irwan mengharapkan gala sangsako adat yang kini diemban oleh Walikota Deri Asta dapat menjaga dan meningkatkan keutuhan adat dan budaya di kota tua yang sudah diakui UNESCO sebagai ‘World Heritage’ tersebut.

Palewaan gala sangsako adat kepada Walikota Deri Asta diselenggarakan bersamaan dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan Ketua LKAAM Kota Sawahlunto dan pengurus masa jabatan 2019 – 2024. Dimana Ketua LKAAM Kota Sawahlunto yang terpilih untuk periode tersebut adalah Dahler Datuak Panghulu Sati dengan Wakil Ketua Edrizon Effendi Khatib Bosa. (Humas)

Please follow and like us:
error




ARTIKEL LAIN