Guna memperbanyak pengetahuan tentang strategi pengembangan wisata kota tua yang berkelanjutan langsung dari para ahli yang memiliki reputasi internasional serta saling berbagi referensi dengan sesama kota tua lain di kawasan Asia – Pasifik, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengikuti kegiatan Organization World Heritage Cities (OWHC) bertajuk “3rd OWHC Asia – Pacific Regional Conference for World Heritage Cities”, di Suzhou, China pada 28 Oktober lalu sampai 02 November nanti.

Dari laporan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto yang diperoleh Humas, diketahui bahwa output dari keikutsertaan Pemko Sawahlunto di ajang OWHC tersebut yakni saling berbagi informasi dan menyamakan persepsi terkait pengembangan kota tua.

Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto Hendri Thalib menyebutkan bahwa mengikuti pertemuan tingkat Asia – Pasifik itu maka akan banyak referensi baru yang didapat untuk pengelolaan kawasan kota tua nantinya.

“Di sana, pak Walikota Deri Asta akan mengekspose tentang bagaimana kota tua Sawahlunto dan bagaimana kita mengelolanya. Kemudian juga saling berbagi informasi dan referensi dengan para peserta lain,” kata Papi, sapaan akrab Hendri Thalib.

Kepala Seksi Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Rahmat Gino, yang mendampingi Walikota Deri Asta dalam kegiatan itu menceritakan bahwa dalam ekspose-nya di hadapan forum tersebut besok, Rabu (01/11) Wako Deri Asta akan menyampaikan presentasi terkait “Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya”.

“Jadwalnya besok, Rabu (01/11) pak Wako Deri Asta akan memberikan presentasinya. Nanti yang diekspose antara lain sejarah penambangan batu bara, berhentinya penambangan tersebut, pasca tambang, kemudian kaitan dengan visi kota, langkah-langkah pelestarian, bagaimana kemudian kita masuk nominasi warisan dunia. Sampai kemudian pada apa tantangan yang kita hadapi, dan lainnya,” tutur Rahmat Gino yang merupakan alumni Teknik Sipil Universitas Bung Hatta (UBH).

Ditambahkan Gino, untuk tantangan yang dihadapi Sawahlunto tersebut sekarang yaitu pengunjung yang menginap dan berbelanja di Sawahlunto secara persentase masih rendah, sehingga dampak ekonomi bagi masyarakat belum terlalu terasa.

“Tantangan di Sawahlunto, yang juga akan disampaikan pak Wali besok adalah soal masih rendahnya pengunjung yang menginap di Sawahlunto sehingga untuk aktivitas belanja pengunjung pun masih belum terlalu signifikan untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi,” sebut Gino yang dihubungi melalui WhatsApp.

Sementara, terkait respon para peserta lain terhadap Sawahlunto, Rahmat Gino mengatakan tanggapan yang didapat sangat positif. “Antusias. Para peserta lain antusias menanggapi Sawahlunto ini. Apalagi para ahli terkait di bidang kota tua, mereka banyak meminta informasi tentang Sawahlunto,” ungkap pria kelahiran 21 September 1979 itu.

Hal itu, menurut Gino menunjukkan bahwa potensi wisata kota tua Sawahlunto untuk dijual ke level internasional terbuka lebar. “Semoga dengan mengikuti ajang forum diskusi ini semakin memperbesar peluang kota tua kita dikenal dunia,” harapnya.

Dari Indonesia, Rahmat Gino menyebut bahwa ada dua kepala daerah yang mengikuti OWHC di China ini, yaitu Walikota Sawahlunto, Sumbar dan Walikota Denpasar, Bali. (Humas)




ARTIKEL LAIN