192748532_5723390394398819_4570586943488179675_n
193150301_5723389547732237_4109434086492365010_n
193517384_5723390181065507_4921055903985976051_n
193774705_5723389937732198_4641151048973819104_n
193962083_5723389784398880_4657493056292092775_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
Walikota Sawahlunto Deri Asta yang juga merupakan Dewan Pembina Pengurus Persatuan Radio dan TV Publik Seluruh Indonesia (Persada ID) menjadi keynote speaker pada live talkshow serentak Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) se – Indonesia, pada Jum’at 04 Juni 2021 di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Walikota Deri Asta menyampaikan tentang eksistensi lembaga penyiaran publik di era digital dan dalam masa pandemi.
Walikota Deri Asta mengatakan, meski kelihatannya LPPL TV dan Radio saat ini terhimpit oleh perkembangan teknologi informasi komunikasi melalui platform media digital, namun kenyataannya LPPL TV dan Radio masih bersinar. Masyarakat, kata Walikota Deri Asta masih memberikan kepercayaan dan antusias untuk siaran dari LPPL di tengah derasnya arus informasi dari media lainnya.
“Contohnya kami di Sawahlunto, itu LPPL yang ada yakni Radio Sawahlunto FM itu masih mendapat kepercayaan tinggi dan sering didengarkan oleh masyarakat. Siaran radio ini menjadi referensi masyarakat terutama menyangkut informasi – informasi kegiatan pemerintah,” ujar Walikota Deri Asta.
Peluang tersebut, kata Walikota Deri Asta harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Termasuk dengan cara peningkatan kualitas konten dan siaran.
“Kita di pemerintahan terus mendukung ini. Sebab penting sekali lembaga penyiaran publik kita pastikan menayangkan siaran atau konten yang bermanfaat dan menentramkan bagi masyarakat. Jangan sampai malah memberikan kabar desas – desus yang hanya mengedepankan sensasi atau hoax (berita bohong) saja. LPPL kan milik publik, jadi mari kita dukung agar apa yang disiarkan juga berfaedah bagi publik,” kata Walikota Deri Asta.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.