171489315_5462297030508158_8481014862022957431_n
171707733_5462296637174864_324684068468965415_n
171735091_5462296347174893_2446675760362959848_n
171783592_5462296847174843_2868026038788155443_n
171967934_5462296210508240_8499767178413141339_n
172057520_5462296100508251_7091997113121117316_n
173101021_5462296933841501_5830062040888783942_n
173138762_5462296480508213_2204466052566377964_n
173998398_5462296750508186_7494478720978188846_n
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
JAKARTA – Walikota Sawahlunto Deri Asta kembali menemui sejumlah Menteri, kali ini pada Senin 12 April 2021 kemaren, Walikota Deri Asta menemui Menteri Koperasi – UKM Teten Masduki dan Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono. Pertemuan Walikota Deri Asta dengan kedua menteri tersebut difasilitasi oleh Anggota DPR RI Komisi VI, yaitu Andre Rosiade.
Menemui Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Walikota Deri Asta mengajukan berbagai usulan permohonan bantuan dan sinergi dengan Kementerian tersebut. Antara lain proposal yang diajukan yakni bantuan revitalisasi pasar, bantuan modal untuk wirausaha pemula, pembangunan UMKM Centre dan lain – lain.
Disampaikan Walikota Sawahlunto kepada Menkop UKM Teten Masduki, bahwa sinergi dan bantuan dari pemerintah pusat sangat berarti dan strategis bagi Sawahlunto. Sebab dengan kondisi APBD, ditambah dengan situasi pandemi sekarang, membuat Pemko Sawahlunto sangat terbatas sekali kemampuan anggarannya dalam membangun atau pun melakukan program kerja.
“Bidang koperasi dan UKM, sangat berperan dalam menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat, hal yang tengah menjadi prioritas dalam pembangunan dan program Pemko Sawahlunto. Maka itu, kita terus bergerak bagaimana sektor tersebut dapat digarap lebih maksimal. Termasuk diantaranya sekarang dengan menjalin sinergi dan meminta dukungan dari pemerintah pusat,” kata Walikota Deri Asta.
Juga disampaikan Walikota Sawahlunto kepada Menkop – UKM, bahwa sektor Koperasi dan UKM termasuk dalam misi dan program unggulan Pemko Sawahlunto, yakni ; Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan berbasis ekonomi kreatif serta mengadakan Pelatihan Melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Kemudian pada hari yang sama, Walikota Sawahlunto Deri Asta menemui Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Dalam pertemuan dengan Menteri KKP tersebut, Walikota Deri Asta mengajukan permintaan bantuan untuk program kawasan kampung ikan, pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI), serta pembinaan pedagang ikan dan peningkatan pemasaran ikan.
“Usulan yang kita ajukan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi perikanan air tawar di Kota Sawahlunto. Kemudian dengan berkembangnya peternakan maupun pengolahan ikan ini nantinya juga akan menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat kita,” kata Walikota Deri Asta.
Ditambahkan Walikota Sawahlunto, manfaat lainnya jika ikan – ikan tersebut nantinya dikonsumsi oleh masyarakat Sawahlunto jelas akan meningkatkan kesehatan, karena mengonsumsi ikan telah terbukti menjaga dan meningkatkan kesehatan karena ikan mengandung gizi yang tinggi.
“Total produksi ikan air tawar di Sawahlunto itu, pada tahun 2020 kemaren mencapai 206,27 ton. Ini potensi yang sangat bagus untuk kita kelola dan kembangkan. Tentunya dengan pembangunan dan program yang lebih besar pula, makanya kita butuh sinergi dan dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Walikota Sawahlunto Deri Asta.
Sementara, anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade yang memfasilitasi pertemuan tersebut menjelaskan pertemuan itu dilakukan untuk percepatan pembangunan Sumbar, terutama di sektor koperasi dan UMKM dan juga kelautan dan perikanan. Sehingga masyarakat Sumbar bisa merasakan dan mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi yang disumbangkan sektor tersebut.
“Ini bentuk kerja nyata kami agar terjadi percepatan pembangunan di Sumbar. Kita tahu pergerakan ekonomi Sumbar salah satunya karena UMKM. Sementara saat ini APBD kami terkena COVID – 19. Harapannya, dengan sinergi dan bantuan dari Kementerian, perekonomian Sumbar dapat segera bergerak,” sebut Andre.




ARTIKEL LAIN

No Comment

Comments are closed.