Wakil Walikota Zohirin Sayuti mengingatkan agar kepengurusan arsip jangan dianggap sepele. Selama ini, pengurusan arsip terpantau masih belum dikelola secara serius, sehingga dalam audit oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2018 lalu, pengelolaan arsip Pemko Sawahlunto dinilai masih dalam kategori buruk.

Sebab itu, sangat penting sekali dilaksanakan langkah – langkah untuk memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan arsip tersebut. Termasuk diantaranya pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) kearsipan di ‘Kota Arang’.

Maka, ketika membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsip Dinamis Aktif bagi tenaga kearsipan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Desa/Kelurahan dan instansi di lingkungan Pemko Sawahlunto, Zohirin Sayuti menekankan agar para peserta dapat mengikuti dengan serius.

“Sudah saatnya kita mengubah paradigma berpikir bahwa kearsipan ini hanya hal sepele, urusan remeh. Momen bimtek ini kesempatan bagus meningkatkan kapasitas SDM tenaga kearsipan kita,” ujar mantan Sekda Sawahlunto itu.

Diuraikan Zohirin, setidaknya ada 3 elemen dasar arsip memegang peran strategis dalam menunjang kinerja.

“Pertama, arsip sebagai dasar perencanaan. Kemudian arsip sebagai alat pembuktian otentik. Setelah itu arsip sebagai barometer (pengukur) kebijakan. Jadi memang begitu pentingnya kearsipan ini,” tekan Zohirin.

Pernyataan Wawako Zohirin Sayuti ini diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan (DPK) Kota Sawahlunto, Irzam. Dikatakannya, memang paradigma soal kearsipan dianggap sepele ini masih banyak melekat, sehingga perlahan melalui berbagai program paradigma itu akan diubah.

“Bimtek ini salah satu langkah kita mengubah pola pikir seperti itu. Sengaja kita datangkan pemateri langsung dari Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, sehingga memberikan banyak referensi maupun menambah sudut pandang peserta terhadap pengelolaan arsip ini,” pungkas Irzam. (Humas)

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk dan dalam ruangan




ARTIKEL LAIN