Mempromosikan keunikan Songket Silungkang khususnya songket dengan pewarnaan celup alam, pada iven SISSCA (Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval) 2019 nanti, peserta karnaval diwajibkan mengenakan kostum berbahan songket Silungkang pewarnaan alami.

Dalam workshop SISSCA 22-23 Juli 2019 di GPK, Desri Fahmi Kasi Dinas Kebudayaan selaku panitia penyelenggara memaparkan bahwa kostum peserta harus memakai songket celup alam. “Minimal 30% celup alam boleh dikombinasi dengan songket pewarna sintetis”.

Selain ditujukan untuk meningkatkan pendapatan pengrajin, hal ini juga untuk mendukung upaya revitalisasi Songket Silungkang yang saat ini telah diajukan Pemko Sawahlunto untuk mendapatkan pengakuan warisan budaya dunia.

Karnaval SISSCA 2019 dengan tema Kemilau Sawahlunto akan digelar 8 September mendatang dimulai sekitar pukul 10 pagi dengan pentas utama di area terminal Kota Sawahlunto

Peserta akan dikelompokkan dengan kategori kelompok OPD, kelompok peserta rumah rias, kelompok paguyuban, kelompok Pemerintah desa dan kelompok pelajar SLTP-SLTA-Peguruan Tinggi.

Khusus untuk pelajar Sekolah Dasar panitia menyelenggarakan Sawahlunto modeling contest.

Dalam karnaval songket paling unik dan megah se Nusantara ini, tidak hanya keunikan kostum songket yang dipamerkan, namun kemeriahan atraksi dan tarian ratusan peserta karnaval akan menjadi warna berkesan pada karnaval yang akan dihadiri oleh Ibu Mufidah Yusuf Kalla, Menteri Pendidikan, Menteri Parwisata dan beberapa Duta Besar negara sahabat.(humas)

 

 

 




ARTIKEL LAIN